Bimroh Kristen di Polsek Medan Area Perkuat Iman dan Integritas, Hadirkan Layanan Keagamaan Berdampak

Medan (Humas) — Kegiatan bimbingan rohani (bimroh) Kristen dilaksanakan di lingkungan Polsek Medan Area yang berlokasi di Jalan Semeru No. 14, Medan, Sumatera Utara, pada Selasa (05/05/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kehidupan aparatur dan masyarakat.

Bimroh tersebut dihadiri oleh Daniel Malau, Remulus Situmorang, Rudi Nainggolan, Daminta Berutu, dan Hermawati Ginting. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dengan materi pembinaan rohani yang menekankan pentingnya penguatan iman serta integritas dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Dalam kesempatan itu, Daniel Malau menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan rohani memberikan dampak positif bagi kehidupan spiritual peserta. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi rutinitas pembinaan, tetapi juga ruang penguatan nilai-nilai keimanan dalam menjalankan tugas. “Melalui kegiatan bimbingan rohani ini, kami merasakan penguatan iman yang sangat berarti. Ini menjadi bekal bagi kami untuk tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas,” ujarnya.

Sementara itu, Daminta Berutu juga mengungkapkan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut yang dinilai membawa manfaat nyata. Menurutnya, kehadiran bimroh mampu menciptakan suasana kebersamaan sekaligus memperdalam refleksi spiritual di tengah kesibukan pekerjaan. “Kehadiran bimbingan rohani seperti ini sangat berdampak bagi kami. Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dalam setiap aspek kehidupan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pembinaan rohani dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pihak, sehingga nilai-nilai keagamaan semakin kuat tertanam dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

Kegiatan bimbingan rohani ini juga menjadi bagian dari sinergi antara Kementerian Agama dengan institusi kepolisian dalam membangun karakter aparatur yang tidak hanya profesional, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai spiritual. Pendekatan keagamaan dinilai mampu memberikan keseimbangan antara tugas kedinasan dan pembinaan mental, sehingga tercipta lingkungan kerja yang lebih harmonis dan berintegritas.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak instansi. Dengan demikian, kehadiran layanan keagamaan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari serta memberikan kontribusi positif bagi penguatan moral dan etika di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *