Medan (Humas). Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Kementerian Agama Republik Indonesia, melaksanakan monitoring dalam rangka Koordinasi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui MAGIS di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Kota Medan, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan KBC di lingkungan madrasah, termasuk penerapannya dalam proses pembelajaran dan penguatan karakter Murid.
Monitoring tersebut dilakukan oleh Syamsuddin Rasyid, S.Pd., M.Pd.I., Pengawas Sekolah Ahli Madya SLTP/SLTA/MTs/MA pada Kelompok Jabatan Fungsional, dan Achmad Nasihi, MT, S.Ag., M.Pd., Pengawas Sekolah Ahli Madya Tingkat Dasar. Kunjungan ini turut didampingi oleh Pengawas Madrasah dari Kementerian Agama Kota Medan, yakni Asmah Lailani, M.Pd., dan Nur Edy, M.Si. Kehadiran tim monitoring menjadi bagian dari upaya koordinasi dan pemantauan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah.
Dalam pelaksanaannya, tim monitoring berdialog langsung dengan Kepala MIN 6 Kota Medan, Isna Fitriyani Harahap, S.Pd., M.M., serta sejumlah guru, yaitu Puput Widiasa Putri, S.Pd.I., Marina Sari Rambe, M.Hum., dan Juliah, S.Pd.I. Tim mengajukan sejumlah pertanyaan terkait implementasi KBC, mulai dari pemahaman guru terhadap konsep Kurikulum Berbasis Cinta, perencanaan pembelajaran, pemanfaatan media pembelajaran, hingga penerapan nilai-nilai cinta dalam interaksi antara guru dan murid. Dialog tersebut menjadi kesempatan untuk menggali praktik pelaksanaan KBC secara langsung di lingkungan MIN 6 Kota Medan.
Kepala madrasah, Isna Fitriyani Harahap, S.Pd.I., M.M., menyampaikan rasa senang dan apresiasi atas kunjungan tim monitoring dari Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka Koordinasi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui MAGIS di MIN 6 Kota Medan. “Kami sangat senang dan menyambut baik kedatangan tim monitoring. Bagi kami, kunjungan ini merupakan suatu kehormatan sekaligus kesempatan berharga untuk memperoleh arahan, masukan, dan penguatan dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah kami ini. Melalui kegiatan monitoring ini, kami dapat mengevaluasi sejauh mana penerapan KBC telah dilaksanakan oleh para guru, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu ditingkatkan agar pelaksanaannya semakin optimal.” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang guru MIN 6 Kota Medan, Puput Widiasa Putri, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan koordinasi tersebut menjadi kesempatan penting bagi para guru untuk mendapatkan masukan dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang selaras dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta.
“Kami sangat terbantu dengan adanya arahan dan pendampingan dari tim monitoring. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran agar nilai-nilai cinta benar-benar hadir dalam setiap kegiatan di madrasah. Kami berharap implementasi KBC dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi murid kami, guru, serta seluruh warga MIN 6 Kota Medan.” pungkasnya.
Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Medan, Asmah Lailani, M.Pd., menyampaikan bahwa pendampingan terhadap madrasah memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta secara berkelanjutan. “Kami mendorong seluruh guru untuk terus memperkuat pemahaman dan penerapan KBC dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembelajaran. Implementasi kurikulum ini perlu didukung oleh keteladanan guru, budaya madrasah yang positif, serta kolaborasi seluruh warga madrasah agar nilai-nilai cinta benar-benar dirasakan oleh murid.” tuturnya.
Melalui kegiatan monitoring dan koordinasi ini, MIN 6 Kota Medan memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, tantangan, serta upaya yang dilakukan dalam mengimplementasikan KBC. Pertemuan antara tim Direktorat GTK Madrasah, kepala madrasah, guru, dan pengawas madrasah tersebut juga menjadi ruang komunikasi untuk menyelaraskan pemahaman mengenai penerapan Kurikulum Berbasis Cinta melalui MAGIS. Hasil dialog diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan penguatan pelaksanaan program di lingkungan madrasah.
Kegiatan monitoring yang berlangsung pada hari ini menegaskan pentingnya sinergi antara Direktorat GTK Madrasah Kementerian Agama RI, Kantor Kementerian Agama Kota Medan, kepala madrasah, dan para guru dalam mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. MIN 6 Kota Medan berkomitmen untuk terus mengembangkan praktik pembelajaran yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada penguatan karakter murid. Melalui semangat “Madrasah Maju, Bermutu dan Mendunia”, implementasi KBC diharapkan semakin memperkuat peran madrasah dalam melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

