Doa, Iman, dan Kasih Menjadi Dasar Pelayanan, Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan Berikan Rekoleksi bagi Pengurus Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Roni Antonius Sitanggang, menjadi narasumber dalam kegiatan rekoleksi bagi Pengurus Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal, Selasa (25/08/2026) pukul 10.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Aula Pusat Pembinaan Umat Keuskupan Agung Medan (PPU KAM), Desa Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara, tersebut menjadi sarana pembinaan dan penyegaran rohani bagi para pengurus dalam menjalankan tugas pelayanan Gereja.

Kegiatan rekoleksi diikuti 44 orang pengurus Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal. Para peserta diajak untuk sejenak meninggalkan rutinitas pelayanan dan menyediakan waktu untuk merefleksikan kehidupan iman, panggilan, serta motivasi dalam melayani umat. Melalui rekoleksi tersebut, para pengurus diharapkan memperoleh penyegaran batin sekaligus memperbarui semangat dan komitmen dalam menjalankan tugas pelayanan.

Dalam kesempatan tersebut, Roni menyampaikan materi bertema “Doa, Iman dan Kasih sebagai Jiwa dalam Pelayanan.” Ia menekankan bahwa pelayanan Gereja hendaknya berakar pada kehidupan spiritual yang kuat. Doa menjadi sumber kekuatan bagi pelayan, iman menjadi dasar dalam menjalankan tugas, sedangkan kasih menjadi dorongan utama untuk melayani dengan tulus, rendah hati, dan tanpa pamrih.

Sebagai bahan refleksi, Roni mengangkat ungkapan yang dikenal dari Bunda Teresa dari Kalkuta, bahwa buah dari keheningan adalah doa, buah dari doa adalah iman, buah dari iman adalah kasih, dan buah dari kasih adalah pelayanan. Refleksi tersebut mengajak peserta memahami bahwa pelayanan yang sungguh-sungguh tidak dapat dipisahkan dari kehidupan doa dan iman. Kasih yang tumbuh dalam kehidupan iman selanjutnya diwujudkan melalui tindakan nyata dalam melayani dan membangun kehidupan umat.

“Pelayanan bukan hanya soal menjalankan tugas, tetapi tentang bagaimana kita menghadirkan kasih Kristus melalui doa, iman, kerendahan hati, dan ketulusan kepada umat,” ujar Roni. Ia juga mengajak para pengurus mengevaluasi motivasi pelayanan masing-masing serta menyadari bahwa menjadi pengurus Gereja merupakan bentuk panggilan untuk mengambil bagian dalam karya pelayanan Gereja.

Melalui kegiatan rekoleksi tersebut, 44 pengurus Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal diharapkan semakin diteguhkan dalam iman dan memperoleh semangat baru dalam melaksanakan pelayanan. Doa, iman, dan kasih diharapkan senantiasa menjadi dasar dalam setiap tugas yang dipercayakan, sehingga pelayanan semakin tulus, bertanggung jawab, berdaya guna, serta mampu menghadirkan kasih Kristus di tengah kehidupan umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *