Medan (Humas) β Penyuluh Agama Katolik dan Penyuluh Agama Kristen Protestan Kementerian Agama Kota Medan kembali melaksanakan penyuluhan rohani bagi para lanjut usia (lansia) di Panti Jompo Yayasan Guna Budi Bakti, Jalan KL. Yos Sudarso Km. 16 No. 14/16, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan dan pendampingan keagamaan yang menyentuh kebutuhan rohani para lansia. Melalui kegiatan ini, para penyuluh berupaya memberikan penguatan iman, penghiburan, serta semangat agar para lansia tetap merasakan kasih dan perhatian dalam menjalani kehidupan.
Kegiatan melibatkan tiga Penyuluh Agama Katolik, yaitu Marulam Nainggolan, Demaran Sigiro, dan Zetra Hail Saragih, serta empat Penyuluh Agama Kristen Protestan, yakni Maruli Siburian, S.Th., Tiurma Butar Butar, S.Th., Natalina Hutagalung, S.PAK., dan Torang Berutu, S.Th. Kehadiran para penyuluh dari dua kelompok agama tersebut memperlihatkan semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan rohani kepada masyarakat, khususnya kelompok lansia. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan yang hangat dan penuh kekeluargaan sehingga para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman dan penuh sukacita.
Penyuluhan rohani dikemas dalam bentuk ibadah bersama yang diisi dengan lagu-lagu rohani, doa, dan pewartaan firman Tuhan. Lagu-lagu pujian dipimpin oleh Maruli Siburian, sementara doa dipimpin oleh Demaran Sigiro. Rangkaian ibadah berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus akrab, dengan para lansia turut mengikuti pujian dan doa serta menyimak pesan rohani yang disampaikan.
Dalam khotbahnya, Torang Berutu, S.Th., menyampaikan firman Tuhan dengan mengambil inspirasi dari 1 Samuel 16:11, yang mengisahkan Daud, anak bungsu Isai, yang pada saat itu sedang menggembalakan kambing domba. Kisah tersebut menjadi bahan permenungan bahwa Tuhan mengenal dan memperhatikan setiap pribadi, termasuk mereka yang mungkin dipandang sederhana atau tidak menjadi pusat perhatian. Pesan ini diharapkan dapat meneguhkan para lansia bahwa usia dan kondisi kehidupan tidak mengurangi nilai mereka di hadapan Tuhan.
Torang menegaskan bahwa kehidupan setiap orang tetap memiliki makna dan tujuan, termasuk ketika seseorang telah memasuki usia lanjut. βUsia bukanlah penghalang untuk tetap berkarya dan menjadi berkat. Tuhan tetap melihat, mengasihi, dan memakai setiap pribadi dalam rencana-Nya,β ujar Torang. Ia juga mengajak para lansia untuk terus memelihara iman, menjaga pengharapan, dan menjalani hari-hari dengan keyakinan bahwa Tuhan senantiasa menyertai setiap perjalanan kehidupan.
Menurut Torang, pendampingan rohani kepada para lansia tidak hanya menjadi sarana untuk menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga merupakan bentuk perhatian dan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan penguatan secara batin. Kehadiran penyuluh di tengah para lansia diharapkan dapat menjadi ruang untuk berbagi, mendengarkan, berdoa bersama, dan memberikan penghiburan. Dengan demikian, pelayanan keagamaan dapat hadir secara nyata dan memberikan manfaat bagi kehidupan umat.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antarpenyuluh agama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sinergi Penyuluh Agama Katolik dan Kristen Protestan Kementerian Agama Kota Medan menunjukkan bahwa pelayanan keagamaan dapat dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan nilai kemanusiaan, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama.
Melalui kegiatan penyuluhan rohani ini, para penyuluh berharap pendampingan kepada para lansia dapat terus dilakukan secara berkesinambungan. Tidak hanya memberikan penguatan iman, kegiatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan penghiburan, rasa diperhatikan, dan semangat baru bagi para lansia dalam menjalani kehidupan. Pelayanan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Kementerian Agama Kota Medan untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis, inklusif, dan menyentuh kehidupan umat secara langsung.

