Dukung Gerakan Ramah Lingkungan, Penyuluh Buddha Kemenag Medan Wujudkan Kemenag Berdampak melalui Sosialisasi Eco Enzyme

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Ari Suryana, mengikuti kegiatan Sosialisasi Eco Enzyme yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia secara hybrid dan diikuti secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (7/5/2026).


Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Nomor 106 Tahun 2026 tentang Vesākha Sānanda 2570 Buddhist Era, yang mengamanatkan pelaksanaan kegiatan berbasis kepedulian lingkungan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Dhamma dalam kehidupan sehari-hari.


Sosialisasi Eco Enzyme dilaksanakan di Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten dan diikuti oleh unsur Pembimas Buddha, Kasi/Penyelenggara Buddha, Guru Pendidikan Keagamaan Buddha, Penyuluh Agama Buddha, organisasi keagamaan Buddha, serta lembaga pendidikan keagamaan Buddha dari berbagai daerah di Indonesia.


Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan partisipasi aktif umat Buddha dalam pengelolaan limbah organik melalui pembuatan dan pemanfaatan Eco Enzyme, sekaligus mendukung gerakan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.


Dalam sambutannya, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan program Ekoteologi Kementerian Agama Republik Indonesia. Hal tersebut menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran ekologis di tengah masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan nilai-nilai kemanusiaan.


“Kesadaran ekologis harus menjadi bagian dari praktik kehidupan Buddhis yang berlandaskan cinta kasih dan kepedulian terhadap seluruh makhluk hidup, termasuk cinta terhadap alam dan lingkungan,” ujar perwakilan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha dalam kegiatan tersebut.


Penyuluh Agama Buddha Kota Medan, Ari Suryana, mengikuti kegiatan dengan antusias sebagai bagian dari penguatan wawasan dan peran penyuluh dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.


Menanggapi kegiatan tersebut, Ari Suryana menyampaikan bahwa sosialisasi Eco Enzyme menjadi bentuk nyata kontribusi penyuluh dalam mendukung gerakan hidup ramah lingkungan di tengah masyarakat.

Menurutnya, penyuluh agama tidak hanya memiliki peran dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga dalam mengedukasi masyarakat terkait kepedulian terhadap lingkungan dan pengelolaan limbah yang bermanfaat.


“Kegiatan ini memberikan pemahaman yang sangat baik mengenai pengelolaan limbah organik melalui Eco Enzyme. Kami berharap edukasi seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Dhamma,” ujarnya.


Melalui kegiatan ini, para peserta diajak memahami manfaat Eco Enzyme sebagai hasil fermentasi limbah organik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, hingga pengelolaan lingkungan yang lebih ramah dan berkelanjutan.


Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi seminar dan diskusi, serta diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif umat Buddha dalam gerakan hidup ramah lingkungan sebagai implementasi nyata nilai-nilai Dhamma di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *