Gaungkan Tema “Berbahagialah Orang yang Berdukacita, Karena Mereka Akan Dihibur”, Penyuluh Katolik Kemenag Medan Kuatkan Pasien RS Santa Elisabeth Medan

Medan (Humas) Para Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelayanan pastoral care kepada para pasien di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan, Senin (08/06/2026). Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Katolik Kota Medan, Hamma Sitohang, S.Ag., bersama Marulam Nainggolan, S.S., Demaran Sigiro, S.Fil., Zetra Hail Saragih, S.Fil., dan Hekdi Jojada Sinaga, S.Fil.

Kegiatan yang berlangsung di ruang-ruang rawat inap RS Santa Elisabeth Medan, Jalan Haji Misbah No. 7, Jati, Kecamatan Medan Maimun, ini menjadi wujud kepedulian para penyuluh dalam memberikan pendampingan spiritual kepada pasien yang sedang menjalani masa perawatan. Melalui kunjungan langsung, para penyuluh menyapa, mendengarkan, mendoakan, serta memberikan penguatan rohani kepada para pasien dan keluarga yang sedang menghadapi masa-masa sulit akibat sakit.

Mengangkat tema “Berbahagialah Orang yang Berdukacita, Karena Mereka Akan Dihibur” yang diambil dari Injil Matius 5:1-12, para penyuluh mengajak para pasien untuk tetap berharap dan percaya kepada Tuhan. Dalam penyampaian materi, ditegaskan bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu ditemukan dalam kesehatan, kekuatan, atau kenyamanan hidup, melainkan dalam keyakinan bahwa Tuhan senantiasa hadir dan menyertai umat-Nya, bahkan di tengah penderitaan dan pergumulan.

Para pasien tampak antusias dan terharu menerima kunjungan tersebut. Kehadiran para penyuluh menghadirkan suasana penuh kehangatan dan penghiburan, sehingga banyak pasien merasa lebih tenang, dikuatkan, serta memiliki semangat baru dalam menjalani proses penyembuhan. Pendampingan spiritual yang diberikan menjadi pengingat bahwa setiap air mata, rasa sakit, dan kecemasan tidak pernah terlepas dari kasih Tuhan yang selalu menyertai.

Ketua Pokjaluh Katolik Kota Medan, Hamma Sitohang, S.Ag., menyampaikan bahwa pelayanan pastoral care merupakan bagian dari tugas penyuluh agama untuk menghadirkan nilai-nilai keimanan yang mampu meneguhkan hati masyarakat, khususnya mereka yang sedang menghadapi penderitaan akibat sakit. “Melalui pelayanan ini, kami ingin menghadirkan kasih Tuhan yang menghibur dan menguatkan. Kami berharap para pasien tetap memiliki harapan dan keyakinan bahwa Tuhan senantiasa menyertai mereka dalam setiap proses penyembuhan dan perjalanan hidup,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, membawa pesan pengharapan, kasih, dan penguatan spiritual. Diharapkan para pasien dapat menjadikan masa sakit sebagai kesempatan untuk semakin dekat dengan Tuhan, karena kasih-Nya mampu mengubah kelemahan menjadi kekuatan, kecemasan menjadi damai sejahtera, dan dukacita menjadi pengharapan baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *