H. Impun Siregar Kakan Kemenag Medan Hadiri Penutupan MTQ ke-59, Tegaskan Layanan Keagamaan Berdampak

Medan (Humas) — Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-59 tingkat Kota Medan yang digelar pada Sabtu malam (18/4/2026) di Jalan Gatot Subroto berlangsung khidmat dan meriah. Kegiatan ini menjadi puncak perhelatan keagamaan tahunan yang tidak hanya menampilkan kompetisi tilawah Al-Qur’an, tetapi juga memperkuat syiar Islam, pembinaan umat, serta menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, turut hadir dalam acara tersebut dan membacakan doa penutup sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan di Kota Medan.

Penutupan MTQ ke-59 ditandai dengan pemukulan bedug oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan, M. Sofyan, bersama unsur Forkopimda, dilanjutkan dengan penurunan bendera MTQ. Selanjutnya, bendera diserahkan kepada Kecamatan Medan Petisah sebagai tuan rumah MTQ ke-60 tingkat Kota Medan tahun 2027.

Dalam ajang tersebut, Kecamatan Medan Selayang berhasil meraih juara umum, disusul Kecamatan Medan Sunggal di posisi kedua dan Kecamatan Medan Barat di peringkat ketiga. Piala bergilir MTQ diserahkan kepada Camat Medan Selayang sebagai simbol capaian prestasi.

Kakan Kemenag Kota Medan, H. Impun Siregar menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan MTQ yang berlangsung tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. Ia menegaskan bahwa MTQ merupakan bagian dari implementasi Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam mewujudkan layanan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat.

“MTQ ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak, tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya melalui kehadiran Balai Nikah Gratis di stand Kemenag Kota Medan yang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan pernikahan secara sah dan tercatat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kakan menekankan pentingnya sinergi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadirkan layanan keagamaan yang semakin berkualitas dan mudah diakses. Upaya kolaboratif ini dinilai menjadi kunci dalam memastikan setiap program mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat secara efektif dan berkelanjutan.

“Kolaborasi yang kuat akan mendorong terciptanya layanan keagamaan yang profesional dan memberikan dampak nyata bagi umat. Ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas layanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Selain sebagai ajang syiar Islam, MTQ ke-59 juga memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi masyarakat. Keterlibatan pelaku UMKM selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kementerian Agama Kota Medan juga mengapresiasi pemberian beasiswa kepada para pemenang MTQ sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan generasi Qur’ani yang unggul.

Dengan berakhirnya MTQ ke-59 ini, Kementerian Agama Kota Medan berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat peran Kemenag sebagai pelayan umat yang terpercaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *