Medan (Humas) – Dalam upaya memperkuat syiar dakwah Islam dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah antarkelembagaan, KUA Kecamatan Medan Sunggal bersinergi dengan Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) dalam kegiatan Pengajian Akbar yang dilaksanakan di halaman Masjid Shafiyyatul Amaliyyah, Jalan Setiabudi Nomor 191, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sabtu (7/11/2026). Pengajian tersebut mengangkat tema “Menyingkap Keghaiban Rezeki” dengan menghadirkan penceramah Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, MA. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal Paidi, S.Ag., pendiri YPSA Drs. H. Sofyan Raz, Ak.MM., dan Umi Hj. Rahmawaty Sofyan Raz. Hadir pula Staf Ahli TP PKK Kota Medan Ny. Martinijal Zakiyuddin Harahap, Pj. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Medan Ny. Fahriatunnisa Erfin Fachrurazi, Kapolsek Sunggal AKP M. Ainul Yaqin, S.I.K., M.H., Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kota Medan Agus Maryono, S.Ag., M.Pd.I., perwakilan Kodam I/Bukit Barisan, Lantamal I Belawan, dan Lanud Soewondo, serta jamaah pengajian Kota Medan dan para guru serta tenaga pendidik YPSA.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC), kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Kafie El Azzam, siswa YPSA. Ia membacakan Surah Al-Baqarah ayat 1–8 dengan suara yang merdu dan lantunan yang menyejukkan hati sehingga menciptakan suasana khidmat bagi seluruh jamaah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, MA.
Dalam ceramahnya, beliau mengajak jamaah untuk memahami hakikat rezeki serta menyadari bahwa setiap karunia Allah SWT memiliki bentuk dan jalan datang yang berbeda-beda dalam kehidupan manusia. Azhari Akmal Tarigan menjelaskan bahwa terdapat tiga jenis rezeki yang perlu dipahami. Pertama, rezeki yang diperoleh melalui usaha dan ikhtiar, seperti penghasilan yang didapatkan dari bekerja, mengajar, maupun menjalankan tugas di kantor. Kedua, rezeki yang datang tanpa harus kita usahakan secara langsung, seperti nikmat bangun tidur, kemampuan melihat cahaya matahari, serta kesempatan menghirup udara segar. Ketiga, rezeki yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka, sebagaimana seseorang yang memperoleh kesempatan berangkat umrah melalui hadiah atau kejutan yang sebelumnya tidak pernah direncanakan. “Rezeki itu tidak selalu datang melalui pekerjaan dan usaha kita. Ada rezeki yang memang harus kita ikhtiarkan, ada yang diberikan tanpa kita minta, dan ada pula rezeki yang datang secara tidak terduga,” jelasnya.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara harta dan rezeki. Menurutnya, tidak semua harta yang dimiliki seseorang benar-benar menjadi rezeki yang dapat dinikmati dan memberikan manfaat bagi kehidupannya. Sebaliknya, setiap rezeki yang Allah berikan merupakan bagian dari karunia yang menjadi milik dan manfaat bagi penerimanya. Oleh karena itu, manusia hendaknya tidak hanya berorientasi pada banyaknya harta, tetapi juga memahami keberkahan dari setiap pemberian Allah SWT. Pesan tersebut mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur, bekerja dengan sungguh-sungguh, serta tidak pernah berputus asa dalam mengharapkan pertolongan dan kemurahan rezeki dari Allah SWT.
Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi yang hadir mewakili KUA Medan Sunggal, menyampaikan rasa senang dan syukurnya karena dapat mengikuti pengajian akbar tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini menjadi kesempatan berharga untuk menambah wawasan, memperdalam ilmu agama, sekaligus mempererat silaturahmi dengan berbagai unsur masyarakat dan kelembagaan. “Saya sangat senang bisa hadir mewakili KUA Medan Sunggal dan mendapatkan ilmu dari guru-guru besar. Ilmu pengetahuan merupakan sesuatu yang harus terus kita pelajari sepanjang hayat, karena belajar tidak mengenal batas usia dan waktu,” ujar Paidi. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama agar ilmu yang disampaikan dapat memberikan manfaat dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi terhadap pegawai dan penyuluh agama yang senantiasa aktif menjalin silaturahmi serta menghadiri undangan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran penyuluh agama dalam berbagai kegiatan pengajian merupakan salah satu bentuk pengabdian dan upaya membangun sinergi antara KUA dengan lembaga pendidikan, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat. “Saya sangat mengapresiasi pegawai yang senantiasa menjaga silaturahmi dan menghadiri undangan kegiatan keagamaan di masyarakat. Semoga melalui pengajian ini kita memperoleh wawasan keilmuan yang lebih luas serta semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ungkap Agus Salim.
Melalui kegiatan Pengajian Akbar bersama YPSA ini, diharapkan terjalin sinergi dan ukhuwah Islamiyah yang semakin kuat antara KUA Medan Sunggal, lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat. Selain menjadi sarana memperluas wawasan keagamaan, pengajian ini juga mengingatkan seluruh jamaah bahwa rezeki bukan semata-mata tentang harta, melainkan seluruh nikmat dan karunia Allah SWT yang patut disyukuri. Dengan memperkuat ikhtiar, memperbanyak rasa syukur, serta meningkatkan ketakwaan, diharapkan setiap insan mampu menjalani kehidupan dengan penuh keberkahan dan senantiasa menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.(Paidi).

