Medan (Humas) – Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, melaksanakan kegiatan pendampingan katekumen privat pada Sabtu, 7 November 2026, pukul 16.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Kantor Paroki Kota Medan, Jalan Beringin III No. 9, Kota Medan. Materi yang dibahas adalah “Tata Perayaan Ekaristi” sebagai bagian dari pembinaan iman bagi para calon anggota Gereja Katolik. Pendampingan ini diikuti oleh para katekumen privat Paroki Kota Medan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami Perayaan Ekaristi sebagai pusat kehidupan iman umat Katolik. Ekaristi merupakan perayaan kenangan akan karya keselamatan Allah melalui wafat dan kebangkitan Yesus Kristus, sekaligus menjadi sumber kekuatan rohani bagi umat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Materi pembinaan diawali dengan penjelasan mengenai Ritus Pembuka. Bagian ini meliputi perarakan masuk, penghormatan altar, tanda salib, salam pembuka, pengantar, pernyataan tobat, Tuhan Kasihanilah Kami, Kemuliaan, dan doa kolekta. Ritus Pembuka bertujuan mempersatukan umat sebagai satu persekutuan serta mempersiapkan hati untuk mengikuti seluruh rangkaian Perayaan Ekaristi.
Selanjutnya, peserta mempelajari Liturgi Sabda yang terdiri atas bacaan-bacaan Kitab Suci, Mazmur Tanggapan, Bait Pengantar Injil, pembacaan Injil, homili, Syahadat, dan Doa Umat. Dalam bagian ini, Allah menyampaikan Sabda-Nya kepada umat, sedangkan umat menanggapinya melalui iman dan doa. Pembinaan kemudian dilanjutkan dengan penjelasan Liturgi Ekaristi yang mencakup persiapan persembahan, Doa Syukur Agung, dan Ritus Komuni. Bagian ini merupakan inti Perayaan Ekaristi, ketika umat mengenangkan dan merayakan misteri Paskah Kristus.
Pembinaan juga membahas Ritus Penutup yang meliputi pengumuman bila diperlukan, salam dan berkat imam, serta pengutusan umat. Peserta diajak memahami bahwa Perayaan Ekaristi tidak berhenti ketika umat meninggalkan gereja. Sebaliknya, setiap umat dipanggil untuk membawa semangat Ekaristi ke dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan kasih, pelayanan, pengampunan, dan kepedulian terhadap sesama.
Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas dedikasi Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal yang senantiasa aktif memberikan pendampingan dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan pembinaan seperti ini merupakan wujud nyata kehadiran penyuluh agama dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama di tengah masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal yang senantiasa memberikan pendampingan serta pelayanan kepada umat. Semoga ilmu dan pemahaman yang disampaikan dapat memberikan manfaat, meningkatkan keimanan, serta memperkuat kerukunan dan toleransi antarumat beragama di tengah-tengah masyarakat,” ujar Agus Salim.
Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan para katekumen privat semakin memahami susunan dan makna setiap bagian dalam Perayaan Ekaristi. Pengetahuan tersebut menjadi bekal agar mereka dapat mengikuti liturgi dengan lebih sadar, aktif, dan penuh penghayatan. Dengan demikian, para katekumen diharapkan semakin bertumbuh dalam iman serta siap mengambil bagian dalam kehidupan liturgi dan persekutuan Gereja Katolik. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen KUA Medan Sunggal dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif, memperkuat pembinaan umat lintas agama, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, rukun, dan saling menghormati.(RAS/PAI).

