“Jangan Takut, Aku Menyertaimu”, Kemenag Medan Kuatkan Warga Binaan Lapas Perempuan

Medan (Humas). Kementerian Agama Kota Medan terus menghadirkan pembinaan keagamaan bagi berbagai lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Melalui penyampaian firman Tuhan bertajuk “Jangan Takut, Aku Menyertaimu” yang diambil dari Yesaya 41:10, Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan memberikan penguatan rohani kepada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Tanjung Gusta, Jalan Pemasyarakatan, Kecamatan Medan Helvetia, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan Binaan Perempuan agar Kuat dalam Menjalani Hukuman” ini dihadiri oleh Pdt. Daniel Malau, M.Th., Rudi Nainggolan, S.Th., dan Remulus, S.Th. Pembinaan rohani tersebut bertujuan membangun semangat, pengharapan, dan keteguhan iman warga binaan agar tetap menjalani masa pembinaan dengan penuh keyakinan kepada Tuhan.

Dalam khotbahnya, Pdt. Daniel Malau, M.Th. mengajak seluruh warga binaan untuk memaknai masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Menurutnya, kasih dan penyertaan Tuhan tetap hadir bagi setiap orang yang mau percaya dan berharap kepada-Nya.

Sebelum menyampaikan firman Tuhan, Pdt. Daniel Malau menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk bangkit dari masa lalu. Ia menekankan bahwa hukuman yang sedang dijalani bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan proses pembentukan karakter agar menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang.

“Firman Tuhan dalam Yesaya 41:10 mengingatkan kita, ‘Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau.’ Penyertaan Tuhan tidak dibatasi oleh tempat maupun keadaan. Di tengah masa pembinaan ini, Tuhan tetap hadir menguatkan setiap hati yang mau berharap kepada-Nya. Karena itu, jangan kehilangan pengharapan dan jangan menyerah terhadap keadaan,” ujar Pdt. Daniel Malau, M.Th.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh warga binaan untuk tetap memelihara iman dan menjadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Menurutnya, pengharapan kepada Tuhan akan memberikan kekuatan dalam menghadapi setiap proses kehidupan.

Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai kasih, pengampunan, dan ketekunan perlu terus dipelihara agar menjadi bekal ketika kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

“Percayalah, Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya. Jadikan masa pembinaan ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Ketika Tuhan menyertai, tidak ada keadaan yang mampu mematahkan harapan kita,” tambahnya.

Pembinaan rohani ini diharapkan tidak hanya memberikan penguatan selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga menjadi bekal bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik di masa depan. Kementerian Agama Kota Medan berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan keagamaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk bagi warga binaan pemasyarakatan, sebagai bagian dari upaya membentuk pribadi yang beriman, berkarakter, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah keluarga maupun masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *