Medan (Humas) – Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyelenggara Hindu terus berkomitmen memperkuat ketahanan keluarga sebagai pondasi utama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, religius, dan sejahtera. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Keluarga Hindu yang dilaksanakan di Jalan Kasuari, Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh keluarga-keluarga Hindu di wilayah Medan Sunggal tersebut berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta mendapatkan pembinaan mengenai pentingnya membangun keluarga yang harmonis, memperkuat komunikasi dalam rumah tangga, mendidik anak dengan nilai-nilai keagamaan, serta mengimplementasikan ajaran dharma dalam kehidupan sehari-hari.
Mewakili Plt. Penyelenggara Hindu Kementerian Agama Kota Medan, staf Penyelenggara Hindu, Danraaz, menyampaikan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter, moral, serta spiritualitas generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu, keluarga harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan sarat dengan nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, berbagai tantangan kehidupan modern saat ini menuntut setiap keluarga untuk memiliki ketahanan yang kuat agar mampu menjaga keharmonisan dan kebersamaan di tengah berbagai dinamika sosial yang terus berkembang.
“Ketahanan keluarga tidak hanya berbicara tentang kebutuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana setiap anggota keluarga mampu membangun komunikasi yang baik, saling menghormati, saling mendukung, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Danraaz menjelaskan bahwa dalam ajaran Hindu, keluarga memiliki posisi yang sangat penting sebagai tempat pertama menanamkan nilai dharma kepada anak-anak. Melalui keluarga yang harmonis dan religius, akan lahir generasi yang memiliki karakter mulia, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Keluarga merupakan tempat pertama bagi anak untuk belajar tentang nilai-nilai kehidupan. Jika keluarga dibangun di atas landasan dharma, kasih sayang, dan saling menghormati, maka akan lahir generasi yang memiliki karakter baik dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat kebersamaan dalam keluarga serta membangun budaya dialog dan komunikasi yang sehat. Menurutnya, berbagai persoalan rumah tangga dapat diselesaikan dengan baik apabila setiap anggota keluarga saling memahami dan menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab.
Lebih lanjut, Danraaz menegaskan bahwa keharmonisan keluarga tidak hadir secara otomatis, melainkan harus diupayakan dan dipelihara secara berkelanjutan melalui komitmen bersama.
“Keharmonisan keluarga tidak hadir dengan sendirinya, tetapi harus dibangun melalui komunikasi yang baik, saling pengertian, serta komitmen untuk menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, keluarga dapat menjadi sumber kebahagiaan dan ketenangan bagi seluruh anggotanya,” tambahnya.
Dalam sesi pembinaan, peserta juga diajak untuk memahami pentingnya pendidikan karakter bagi anak sejak usia dini. Orang tua diharapkan mampu menjadi teladan dalam perilaku, perkataan, dan sikap sehingga nilai-nilai keagamaan dapat tertanam dengan baik dalam kehidupan keluarga.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Para peserta aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan ruang untuk berbagi pengalaman serta mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dalam kehidupan rumah tangga.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan berharap masyarakat Hindu semakin memahami pentingnya peran keluarga sebagai pusat pendidikan karakter dan pembentukan nilai-nilai keagamaan. Pembinaan keluarga juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat serta melahirkan keluarga-keluarga Hindu yang harmonis, bahagia, dan berlandaskan dharma.
Sebagai institusi yang memiliki tanggung jawab dalam pembinaan kehidupan beragama, Kementerian Agama Kota Medan akan terus menghadirkan program-program pembinaan yang menyentuh langsung kebutuhan umat guna mewujudkan keluarga yang berkualitas, rukun, dan sejahtera dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

