Medan (Humas) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Johor, Yakhman Hulu, bersama Penyuluh Agama Islam Al Huda melakukan peninjauan terhadap aktivitas pembelajaran Al-Qur’an di Pondok Pesantren (Ponpes) Allahu Ahad, Jumat (10/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung proses pembelajaran sekaligus aktivitas interaksi para santri dalam lingkungan pesantren.
Dalam kunjungan tersebut, Yakhman Hulu turut berdialog dengan pihak pengasuhan dan dewan guru mengenai pelaksanaan kegiatan belajar mengajar serta pembinaan para santri. Kehadiran Kepala KUA Medan Johor yang baru bertugas itu disambut oleh Kepala Pengasuhan Ponpes Allahu Ahad, Fuad Harefa, bersama sejumlah staf dan dewan guru.
Fuad Harefa menjelaskan bahwa Ponpes Allahu Ahad memiliki fokus pembelajaran pada pendalaman tahfiz Al-Qur’an dan pembacaan kitab kuning yang dipadukan dengan berbagai muatan pelajaran lainnya. Saat ini, terdapat sekitar 25 orang santri yang berasal dari Nias, Aceh, dan Medan. Menariknya, proses pendidikan di pesantren tersebut diberikan secara gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan berbasis keagamaan.
“Dalam kegiatan belajar mengajar, kami menekankan pada pendalaman tahfiz Al-Qur’an dan pembelajaran kitab kuning, di samping pelajaran lainnya. Santri yang belajar di sini berjumlah sekitar 25 orang, berasal dari Nias, Aceh, dan Medan, dengan pola pembiayaan pendidikan secara gratis,” jelas Fuad Harefa.
Menanggapi hal tersebut, Yakhman Hulu menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan Ponpes Allahu Ahad yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mendapatkan pendidikan agama tanpa dibebani biaya. Menurutnya, pembelajaran tahfiz Al-Qur’an dan kitab kuning merupakan bekal penting dalam membentuk generasi yang memiliki pengetahuan agama sekaligus karakter yang baik.
“Kami sangat mengapresiasi keberadaan Ponpes Allahu Ahad, terutama karena memberikan pendidikan secara gratis serta menekankan pembelajaran tahfiz Al-Qur’an dan kitab kuning. Ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat baik terhadap pendidikan anak-anak, khususnya pendidikan yang berbasis agama,” ujar Yakhman Hulu.
Dalam kesempatan tersebut, Yakhman Hulu juga memberikan motivasi kepada para santri agar memiliki cita-cita dan harapan besar untuk meraih masa depan yang lebih baik. Ia mengingatkan bahwa cita-cita harus disertai dengan ketekunan, kemauan untuk terus belajar, serta kesungguhan dalam menjalani proses pendidikan.
“Kalau sudah memiliki cita-cita dan harapan untuk meraih masa depan yang lebih baik, maka ketekunan, belajar dengan keras, dan bersungguh-sungguh merupakan modal yang harus dipersiapkan sejak dini. Jangan sia-siakan kesempatan yang ada untuk belajar dan mengembangkan diri,” pesannya kepada para santri.
Ia juga mengajak para santri untuk senantiasa mensyukuri kesempatan mendapatkan pendidikan agama dan memanfaatkan lingkungan pesantren sebagai tempat untuk menimba ilmu, membentuk akhlak, serta mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Menurutnya, keberadaan pihak-pihak yang masih peduli terhadap pendidikan berbasis agama merupakan hal yang patut disyukuri dan dijaga bersama.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Bersyukurlah karena masih ada pihak yang peduli dan memberikan kesempatan kepada kalian untuk mendapatkan pendidikan berbasis agama. Jadikan ilmu yang dipelajari sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan agama,” pungkasnya.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Selain meninjau aktivitas pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi KUA Medan Johor untuk memperkuat silaturahmi dan sinergi dengan lembaga pendidikan keagamaan dalam mendukung pembinaan generasi muda yang memiliki pemahaman agama, berakhlak, serta memiliki semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik.

