Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Johor, Komarul Anwar, S.H.I., berkolaborasi dengan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Deli Tua dalam kegiatan perlombaan keagamaan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (9/9/2026) tersebut diisi dengan sejumlah perlombaan, di antaranya Pildacil, azan, dan surah-surah pendek.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sejak usia dini. Melalui perlombaan yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan, anak-anak tidak hanya didorong untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam bidang keagamaan, tetapi juga diajak memahami nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Komarul Anwar menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini memiliki nilai penting dalam pembinaan generasi muda, khususnya dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Rasulullah SAW. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenalkan akhlak dan perjuangan Rasulullah kepada anak-anak.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap anak-anak semakin memahami dan mencintai Nabi Muhammad SAW. Lebih dari itu, mereka juga diharapkan mampu menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri teladan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bersikap, berbicara maupun berinteraksi dengan orang lain,” ujar Komarul Anwar.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara Penyuluh Agama Islam dan Guru PAI dalam mendukung kegiatan pembinaan keagamaan bagi anak-anak. Sinergi tersebut dinilai penting agar pendidikan agama tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi juga diperkuat melalui berbagai kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat selama pelaksanaan perlombaan. Anak-anak berusaha menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam setiap cabang yang diikuti. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman positif bagi peserta untuk meningkatkan keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan dalam menyampaikan dan mempraktikkan ajaran agama.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan foto bersama antara Penyuluh Agama Islam, guru, panitia, dan anak-anak yang berhasil meraih kemenangan dalam perlombaan. Kebersamaan tersebut menjadi penutup kegiatan sekaligus mempererat sinergi antara para pembina dan peserta dalam upaya menumbuhkan generasi yang mencintai Nabi Muhammad SAW serta memiliki akhlak yang baik.

