KKG Kurikulum Berbasis CintaPerkuat Kompetensi Guru dan Implementasi Pembelajaran Humanis di MIN 3 Medan

Medan (Humas) – MIN 3 Kota Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyelenggaraan Kelompok Kerja Guru (KKG) Kurikulum Berbasis Cinta yang dilaksanakan pada Jumat, 10 Juli 2026, bertempat di MIN 3 Kota Medan. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB ini diikuti oleh seluruh guru MIN 3 Kota Medan serta guru-guru dari madrasah binaan.


Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kepala MIN 3 Kota Medan, Hj. Azizah, S.Ag., M.Pd., sebagai upaya memperkuat pemahaman dan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah. Program ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan madrasah yang menekankan pentingnya menghadirkan pembelajaran yang berlandaskan nilai-nilai kasih sayang, penghormatan terhadap martabat peserta didik, serta penguatan karakter.


Dalam sambutannya, Hj. Azizah, S.Ag., M.Pd. menyampaikan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sangat bergantung pada kesiapan dan komitmen seluruh pendidik. Menurutnya, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai teladan yang mampu menumbuhkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh kasih sayang.


“Kurikulum Berbasis Cinta mengajak kita untuk menghadirkan pendidikan yang lebih humanis. Melalui pendekatan ini, guru diharapkan mampu membangun hubungan yang positif dengan peserta didik sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan mampu membentuk karakter yang kuat,” ungkap beliau.


Sebagai narasumber utama, kegiatan menghadirkan Ketua Tim Kerja Kurikulum Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H. Syawaluddin Matondang, S.E., M.M., didampingi oleh Tim Kerja Kurikulum Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Rahmad Jamil, S.Ag., M.Pd.


Dalam pemaparannya, H. Syawaluddin Matondang menjelaskan konsep, filosofi, serta arah kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai subjek utama pendidikan. Ia menekankan bahwa implementasi kurikulum ini tidak hanya diwujudkan melalui perangkat pembelajaran, tetapi juga melalui sikap, perilaku, komunikasi, dan budaya positif yang dibangun oleh seluruh warga madrasah.


Sementara itu, Rahmad Jamil memberikan penguatan mengenai strategi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran sehari-hari. Materi yang disampaikan meliputi penyusunan perangkat ajar, penerapan pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik, serta penguatan nilai-nilai karakter, toleransi, empati, dan kolaborasi di lingkungan madrasah.


Pelaksanaan KKG berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, sesi tanya jawab, serta berbagi praktik baik antar guru. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi mengenai berbagai tantangan dan solusi dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di masing-masing satuan pendidikan.


Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh guru MIN 3 Kota Medan dan madrasah binaan semakin memahami arah kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta serta mampu mengimplementasikannya secara optimal dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, madrasah dapat terus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter mulia, berakhlak, berempati, serta mampu hidup berdampingan dalam semangat saling menghargai dan mencintai sesama.
Kegiatan ditutup pada pukul 16.00 WIB dengan harapan hasil dari KKG ini menjadi bekal bagi seluruh peserta dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, inovatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik sesuai dengan visi pendidikan madrasah yang humanis dan berkeadaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *