PAI KUA Medan Amplas Angkat Tema Kemuliaan Orang Tua dalam Kuliah Subuh di RRI

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, Dewi Anggraini, S.Ag., menyampaikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan melalui program Kuliah Subuh di Radio Republik Indonesia (RRI) dengan mengangkat tema “Memuliakan Kedua Orang Tua adalah Pintu Menuju Surga.” Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menyebarluaskan nilai-nilai keislaman kepada masyarakat melalui media penyiaran, Sabtu (11/7/2026).

Dalam materinya, Dewi Anggraini mengingatkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain) merupakan salah satu amalan yang sangat dimuliakan dalam ajaran Islam. Menurutnya, menghormati, menyayangi, dan mendoakan ayah serta ibu adalah bentuk ketaatan kepada Allah SWT yang harus senantiasa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Memuliakan kedua orang tua bukan hanya kewajiban seorang anak, tetapi juga menjadi jalan untuk meraih rida Allah SWT. Selama orang tua masih ada, manfaatkan kesempatan untuk berbakti kepada mereka. Sementara bagi yang telah ditinggalkan orang tuanya, jangan pernah berhenti mendoakan dan meneruskan amal kebaikan atas nama mereka,” ujar Dewi Anggraini.

Ia menambahkan bahwa penyampaian dakwah melalui media radio menjadi salah satu sarana yang efektif untuk menjangkau masyarakat dari berbagai kalangan sekaligus menyebarkan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan.

“Melalui siaran Kuliah Subuh ini, kami berharap nilai-nilai birrul walidain semakin tertanam dalam kehidupan masyarakat. Semoga setiap anak senantiasa menghormati, menyayangi, dan membahagiakan kedua orang tuanya sebagai wujud pengamalan ajaran Islam yang membawa keberkahan dalam kehidupan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. M. Lukman Hakim Hasibuan, M.A., mengapresiasi upaya penyuluh agama yang terus berinovasi dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan melalui berbagai media komunikasi. Menurutnya, pemanfaatan media penyiaran menjadi strategi yang efektif untuk memperluas jangkauan dakwah dan pembinaan kepada masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh langkah bimbingan penyuluhan yang dilakukan melalui media online maupun siaran radio seperti RRI ini. Di era digital, penyuluh agama memang dituntut untuk adaptif dan inovatif agar pesan-pesan kebaikan serta edukasi keagamaan dapat menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas, tanpa terbatas ruang dan waktu,” ujar Lukman Hakim Hasibuan.

Melalui pemanfaatan media penyiaran seperti RRI, PAI KUA Medan Amplas terus berupaya menghadirkan layanan penyuluhan keagamaan yang adaptif dan mudah diakses masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu memperluas jangkauan syiar Islam, memperkuat pemahaman keagamaan, serta menumbuhkan masyarakat yang berakhlak mulia dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *