Medan (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, M.A., meresmikan Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) MAPN 4 Medan, Senin (13/07/2026). Peresmian tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan mutu sarana dan prasarana pendidikan guna mendukung proses pembelajaran sains yang lebih inovatif, aplikatif, dan berkualitas di lingkungan madrasah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Yose Rizal, S.Ag., M.M., Kepala MAPN 4 Medan, Dr. Syarifuddin, M.Pd., Pengawas Madrasah Nur Edy, para guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik MAPN 4 Medan.
Peresmian Laboratorium IPA ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas laboratorium beserta berbagai peralatan praktikum yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan H. Impun Siregar menyampaikan bahwa keberadaan Laboratorium IPA merupakan investasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. Menurutnya, pembelajaran sains tidak cukup hanya melalui teori di ruang kelas, tetapi juga harus didukung dengan praktik yang mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif.
“Laboratorium IPA ini merupakan wujud komitmen kita dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. Peserta didik harus diberikan kesempatan untuk belajar melalui praktik, melakukan pengamatan, penelitian sederhana, dan menemukan sendiri konsep-konsep ilmiah sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan pendidikan sains harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan.
“Kita ingin melahirkan generasi madrasah yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tetap memiliki akhlak mulia serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam setiap langkah kehidupan. Inilah ciri khas pendidikan madrasah yang harus terus kita pertahankan,” tambahnya.
Impun Siregar juga berharap Laboratorium IPA dapat dimanfaatkan secara optimal oleh guru dan peserta didik sebagai pusat pembelajaran, penelitian sederhana, serta pengembangan inovasi di bidang sains.
“Jangan sampai laboratorium ini hanya menjadi pelengkap fasilitas. Gunakan sebaik-baiknya untuk mendukung pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan sehingga mampu meningkatkan prestasi peserta didik di bidang sains, baik di tingkat daerah maupun nasional,” pesannya.
Sementara itu, Kepala MAPN 4 Medan Syarifuddin menyampaikan apresiasi atas dukungan Kantor Kementerian Agama Kota Medan terhadap pengembangan sarana pendidikan di madrasah yang dipimpinnya.
Menurutnya, Laboratorium IPA menjadi salah satu fasilitas penting dalam mendukung implementasi pembelajaran berbasis eksperimen yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah peserta didik.
“Kehadiran Laboratorium IPA menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Kami ingin peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melakukan eksperimen, menganalisis data, memecahkan masalah, dan menumbuhkan budaya riset sejak dini,” ungkap Syarifuddin.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Medan, H. Yose Rizal mengapresiasi langkah MAPN 4 Medan dalam menghadirkan fasilitas pembelajaran yang representatif.
“Laboratorium IPA merupakan salah satu penunjang utama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung implementasi Kurikulum Madrasah yang berorientasi pada penguatan kompetensi, keterampilan, dan karakter peserta didik,” ujarnya.
Dengan diresmikannya Laboratorium IPA ini, diharapkan MAPN 4 Medan semakin mampu menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas, inovatif, dan berbasis praktik. Kehadiran laboratorium tersebut juga diharapkan menjadi sarana untuk melahirkan peserta didik yang unggul dalam bidang sains, berprestasi, serta memiliki karakter yang kuat sebagai generasi madrasah yang siap menghadapi tantangan masa depan.

