KUA Medan Amplas Ajak Masyarakat Maksimalkan Ibadah di 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Medan (Humas) — Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Amplas, Muhammad Lukman Hakim Hasibuan terus mendorong para penyuluh agama Islam agar aktif hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan keagamaan yang memberikan dampak positif bagi umat.

Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran strategis dalam membimbing masyarakat, meningkatkan pemahaman keagamaan, serta mengajak umat memperkuat kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

“Penyuluh agama harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pencerahan, membimbing umat dalam meningkatkan ibadah, serta mengajak masyarakat memanfaatkan momentum-momentum mulia dalam Islam,” ujarnya.

Sebagai bentuk implementasi arahan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas, Syarto melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan (BIMLUH) di Masjid Nurul Iman, Jalan Sisingamangaraja Km 9, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Senin (18/05/2026).

Dalam tausyiahnya yang bertema “Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah”, Syarto menjelaskan bahwa sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan waktu yang sangat istimewa dan penuh keberkahan sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh pada hari-hari tersebut.

Ia menyampaikan bahwa amal ibadah yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT, bahkan lebih utama dibandingkan jihad fi sabilillah, kecuali jihad dengan pengorbanan jiwa dan harta secara total.

“Momentum sepuluh hari pertama Dzulhijjah hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak salat, zikir, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan amal saleh lainnya. Ini merupakan kesempatan besar bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” jelasnya di hadapan jamaah.

Dalam penyampaiannya, ia juga mengingatkan jamaah tentang firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 36, “Fala tazlimu fihinna anfusakum” yang berarti “maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu.” Menurutnya, ayat tersebut menjadi pengingat agar umat Islam menjauhi perbuatan maksiat dan memperbanyak amal kebaikan pada bulan-bulan mulia yang dimuliakan Allah SWT.

Selain itu, Syarto turut mengajak jamaah untuk melaksanakan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah yang bertepatan dengan Selasa, 26 Mei 2026. Ia menjelaskan bahwa puasa Arafah memiliki keutamaan besar sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW, yakni menjadi sebab dihapuskannya dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

“Puasa Arafah merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Semoga kita semua diberikan kekuatan dan kesempatan untuk mengamalkannya,” tambahnya.

Kegiatan BIMLUH tersebut dihadiri pengurus masjid, di antaranya Munir dan Fachrizal serta puluhan jamaah dari lingkungan sekitar yang tampak antusias mengikuti tausyiah hingga akhir acara.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan pelaksanaan salat Isya berjamaah. Melalui kegiatan pembinaan tersebut, KUA Medan Amplas berharap masyarakat semakin memahami keutamaan waktu-waktu mulia dalam Islam serta termotivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *