Medan (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas terus memperkuat pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan spiritual. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., kepada seluruh Penyuluh Agama, Penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) agar senantiasa menghadirkan pelayanan yang prima, responsif, humanis, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurut H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, aparatur KUA dituntut tidak hanya memberikan pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga mampu hadir sebagai pendamping spiritual yang memberikan ketenangan, motivasi, dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“KUA harus hadir di mana masyarakat membutuhkan. Pelayanan keagamaan tidak hanya dilaksanakan di kantor, tetapi juga harus menjangkau masyarakat yang sedang menghadapi berbagai ujian kehidupan, termasuk mereka yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Inilah wujud pelayanan yang humanis dan berdampak,” ujarnya.
Penyuluh Agama Islam Nurbaiti melaksanakan kegiatan Bimbingan Rohani (Bimroh) di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan keagamaan yang secara rutin dilaksanakan KUA Kecamatan Medan Amplas untuk memberikan dukungan spiritual kepada pasien yang sedang menjalani perawatan. Kamis (2/7/2026)
Dalam pelaksanaannya, Nurbaiti mengunjungi sejumlah ruang perawatan untuk menyapa pasien sekaligus memberikan penguatan rohani kepada pasien dan keluarga. Kehadiran penyuluh di lingkungan rumah sakit diharapkan mampu menghadirkan ketenangan batin, memperkuat mental spiritual, serta menumbuhkan optimisme pasien dalam menghadapi ujian sakit.
Dalam dialog yang berlangsung hangat dan penuh empati, pasien diajak untuk senantiasa memperbanyak kesabaran dalam menghadapi kondisi yang sedang dialami. Menurut Nurbaiti, kesabaran merupakan salah satu kunci utama bagi seorang mukmin dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.
“Sakit merupakan ujian sekaligus bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. Hadapilah dengan sabar, karena setiap kesabaran akan bernilai ibadah dan menjadi jalan datangnya pertolongan Allah. Jangan pernah kehilangan harapan terhadap rahmat-Nya,” ungkap Nurbaiti.
Selain itu, pasien juga diajak untuk memperbanyak doa, zikir, dan munajat kepada Allah SWT sebagai bentuk ikhtiar batin yang melengkapi ikhtiar medis. Ia menegaskan bahwa doa merupakan kekuatan spiritual yang mampu menghadirkan ketenangan hati dan menumbuhkan optimisme dalam menjalani proses penyembuhan.
“Setelah berusaha melalui pengobatan, sempurnakan ikhtiar itu dengan doa dan tawakal. Serahkan segala hasilnya kepada Allah SWT, karena hanya Dia yang memiliki kuasa untuk memberikan kesembuhan,” pesannya.
Dalam bimbingan tersebut, Nurbaiti juga mengingatkan pentingnya membangun sikap husnuzan (berbaik sangka) kepada Allah SWT. Menurutnya, keyakinan bahwa setiap ketetapan Allah mengandung hikmah akan membantu pasien menjalani masa perawatan dengan hati yang lapang dan penuh harapan.
Aspek ibadah turut menjadi perhatian dalam kegiatan Bimroh. Pasien diingatkan agar tetap menjaga salat meskipun berada dalam kondisi sakit. Nurbaiti menjelaskan bahwa Islam telah memberikan berbagai rukhsah (keringanan) bagi orang yang sedang sakit agar tetap dapat melaksanakan kewajiban ibadah sesuai kemampuan.
Bagi pasien yang secara medis tidak diperbolehkan menggunakan air, ia memberikan penjelasan mengenai tata cara tayamum sebagai pengganti wudu, sehingga ibadah tetap dapat dilaksanakan sesuai tuntunan syariat.
“Allah SWT tidak membebani hamba-Nya di luar kemampuan. Karena itu, syariat memberikan kemudahan bagi orang yang sedang sakit. Yang terpenting adalah menjaga semangat untuk tetap beribadah dan terus mendekatkan diri kepada Allah dalam setiap keadaan,” jelasnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Nurbaiti. Dalam doa tersebut dipanjatkan harapan agar seluruh pasien diberikan kesembuhan, diangkat penyakitnya, dikuatkan lahir dan batin, serta dimudahkan segala urusan dunia dan akhirat.
Melalui kegiatan Bimbingan Rohani ini, KUA Kecamatan Medan Amplas kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek administratif, tetapi juga memberikan pendampingan spiritual yang nyata, humanis, dan bermanfaat bagi masyarakat. Kehadiran penyuluh agama di lingkungan rumah sakit diharapkan menjadi sumber ketenangan, harapan, dan penguatan iman bagi pasien beserta keluarganya dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.

