KUA Medan Amplas Perkuat Koordinasi Program Keagamaan, Fokus pada Ekoteologi hingga Pembinaan Remaja

Medan (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas terus memperkuat sinergi internal untuk memastikan berbagai program pelayanan dan bimbingan keagamaan berjalan secara terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Penguatan koordinasi tersebut dilakukan melalui rapat yang dipimpin Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., Selasa (6/10/2026).

Rapat diikuti para Penyuluh Agama Islam dan unsur terkait, yakni H. Harun Arrasyid, Lc., Dr. Syarto Syarif, Lc., M.A., Hj. Sulfia Rahmy, M.A., Nurbaiti Lubis, S.Ag., Dewi Anggraini, S.Ag., Eliza Purba, S.HI., Muhyiddin Nasution, S.PdI., dan Khalid Bardady Lubis, S.T. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyatukan persepsi, membagi peran, sekaligus memastikan setiap agenda yang telah direncanakan dapat dipersiapkan dengan baik.

Dalam arahannya, H. Muhammad Lukman Hakim menekankan bahwa koordinasi merupakan bagian penting dalam membangun pelayanan KUA yang tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar hadir menjawab kebutuhan masyarakat. Setiap program, menurutnya, perlu dirancang secara kolaboratif, dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, dan dievaluasi agar manfaatnya dapat terus ditingkatkan.

“Pelayanan dan bimbingan yang kita berikan harus semakin prima dan berdampak di tengah-tengah masyarakat. Karena itu, setiap program perlu dipersiapkan dengan baik, dilaksanakan secara kolaboratif, dan dievaluasi secara berkelanjutan,” demikian pokok arahan Kepala KUA Medan Amplas dalam rapat tersebut.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam rapat adalah penguatan program ekoteologi. Pendekatan ini mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dan spiritualitas dengan kesadaran serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, sehingga ajaran agama tidak hanya berhenti pada pemahaman, tetapi diterjemahkan dalam bentuk kepedulian dan tindakan nyata terhadap alam.

Melalui ekoteologi, para Penyuluh Agama Islam didorong untuk mengembangkan materi bimbingan yang menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan tanggung jawab manusia dalam menjaga lingkungan. Hubungan manusia dengan Allah Ta’ālā dan sesama manusia juga diharapkan berjalan seiring dengan kesadaran bahwa alam merupakan amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

“Nilai-nilai agama perlu kita hadirkan dalam berbagai persoalan kehidupan masyarakat, termasuk dalam persoalan lingkungan. Masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa menjaga alam juga merupakan bagian dari tanggung jawab dan amanah yang harus kita jalankan,” menjadi penekanan dalam pembahasan program ekoteologi.

Selain ekoteologi, rapat membahas persiapan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) tingkat Provinsi Sumatera Utara yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026. Koordinasi dilakukan untuk memastikan setiap unsur yang terlibat dapat memberikan dukungan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing sehingga agenda tersebut dapat berjalan dengan baik.

Pembahasan berikutnya berkaitan dengan keberlanjutan program Tahsin Alqurān bagi ibu-ibu majelis taklim di Kecamatan Medan Amplas. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan keagamaan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Alqurān secara baik dan benar.

Pelaksanaan Tahsin Alqurān diarahkan agar berlangsung secara konsisten dengan materi yang sistematis dan metode pembelajaran yang mudah dipahami. Para Penyuluh juga diharapkan mampu menyesuaikan pendekatan dengan karakter peserta, sehingga pembelajaran tidak hanya meningkatkan kualitas bacaan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan dan kesadaran masyarakat terhadap Alqurān.

“Kegiatan Tahsin harus terus kita jaga keberlangsungannya karena kebutuhan masyarakat cukup besar. Yang kita harapkan bukan hanya peserta mampu memperbaiki bacaan, tetapi juga semakin dekat dengan Alqurān dan menjadikan pembelajaran tersebut sebagai bagian dari peningkatan kualitas ibadah,” demikian arahan yang mengemuka dalam rapat.

Agenda lainnya adalah persiapan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) yang akan dilaksanakan di Universitas Al Washliyah (UNIVA) pada 29 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KUA Medan Amplas memberikan pembekalan kepada generasi muda mengenai kehidupan berkeluarga serta kesiapan mental, spiritual, dan sosial sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Melalui BRUN, para Penyuluh Agama Islam diharapkan dapat menghadirkan pembinaan yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga relevan dengan dinamika kehidupan generasi muda. Materi pembinaan perlu menyentuh berbagai aspek yang dibutuhkan calon pasangan, mulai dari tanggung jawab dalam keluarga, komunikasi, kesiapan ekonomi, hingga penguatan nilai-nilai agama sebagai fondasi kehidupan rumah tangga.

“Pembinaan remaja usia nikah perlu kita lakukan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan mereka. Mereka perlu memahami bahwa pernikahan bukan hanya tentang kesiapan untuk melangsungkan akad, tetapi juga kesiapan menjalankan tanggung jawab dan membangun keluarga dengan nilai-nilai agama,” lanjutnya.

Menurut Kepala KUA Medan Amplas, berbagai agenda tersebut memiliki karakter yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan pembinaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, koordinasi antarjajaran menjadi kunci agar seluruh program dapat berjalan secara terintegrasi dan tidak dilaksanakan secara parsial.

Rapat koordinasi juga menjadi kesempatan untuk memetakan kebutuhan dan memastikan kesiapan masing-masing unsur dalam menjalankan agenda yang telah ditetapkan. Dengan pembagian tugas yang jelas, komunikasi yang baik, serta evaluasi secara berkala, KUA Medan Amplas berupaya menjaga kualitas setiap program pelayanan dan bimbingan.

Penguatan internal tersebut sejalan dengan komitmen KUA Kecamatan Medan Amplas untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang semakin responsif terhadap perkembangan masyarakat. Penyuluh Agama Islam sebagai ujung tombak pembinaan di lapangan diharapkan terus mampu melihat kebutuhan masyarakat dan mengembangkan kegiatan yang relevan, edukatif, serta memberikan dampak.

Dengan sinergi antara pimpinan, Penyuluh Agama Islam, dan seluruh unsur pendukung, KUA Medan Amplas berkomitmen menjadikan setiap program bukan sekadar agenda yang terlaksana secara administratif. Lebih dari itu, setiap kegiatan diharapkan menjadi instrumen pembinaan yang mampu memperkuat kehidupan keagamaan, membangun kepedulian sosial dan lingkungan, serta mempersiapkan generasi muda dan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *