KUA Medan Amplas Perkuat Pembinaan Al-Qur’an, Penyuluh Tanamkan Nilai Takwa Melalui Program Tahsin Rutin

Medan (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas terus memperkuat pelayanan keagamaan melalui program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas bacaan, pemahaman, dan pengamalan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Melalui Program Tahsin Al-Qur’an yang dilaksanakan secara rutin, KUA Medan Amplas berupaya membentuk masyarakat yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

Program tersebut merupakan implementasi arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., kepada seluruh Penyuluh Agama Islam, Penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) agar senantiasa menghadirkan pelayanan dan bimbingan keagamaan yang profesional, berkualitas, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pembinaan Al-Qur’an harus dilaksanakan secara berkelanjutan agar mampu melahirkan generasi yang memiliki pemahaman agama yang baik dan berakhlak mulia.

Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Amplas secara konsisten melaksanakan Program Tahsin Al-Qur’an setiap hari Selasa pukul 14.00 WIB. Pada Selasa (21/7/2026) yang bertepatan dengan 7 Safar 1448 Hijriah, kegiatan dipandu oleh Dr. Syarto, Lc., M.A., dan Harun Arrasyid, Lc., dengan diikuti ibu-ibu muslimat dari berbagai majelis taklim di Kecamatan Medan Amplas.

Antusiasme masyarakat terlihat dari semakin meningkatnya jumlah peserta yang mengikuti pembinaan setiap pekannya. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya kesadaran untuk memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an sekaligus memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Dra. Imaniyah, M.H., yang selama ini aktif menjadi penggerak pembinaan majelis taklim di Kecamatan Medan Amplas sehingga sinergi antara penyuluh dan tokoh masyarakat terus terjalin dengan baik.

Pada pertemuan kali ini, materi tahsin difokuskan pada pembahasan Izhar Syafawi, yaitu salah satu hukum bacaan mim sukun yang terjadi apabila huruf mim sukun bertemu dengan seluruh huruf hijaiyah selain mim dan ba. Para penyuluh menjelaskan pengertian, ciri-ciri, serta tata cara membaca Izhar Syafawi dengan jelas tanpa dengung (ghunnah), sehingga peserta dapat memahami kaidah tajwid secara benar.

Pembelajaran tidak hanya disampaikan melalui teori, tetapi juga dipraktikkan secara langsung. Setiap peserta diberikan kesempatan membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung hukum bacaan Izhar Syafawi, kemudian mendapatkan bimbingan dan koreksi dari penyuluh. Metode tersebut membuat peserta lebih mudah memahami materi sekaligus meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an secara bertahap.

Selain pembelajaran tajwid, para penyuluh mengajak peserta mentadabburi kandungan Surah Ali ‘Imran ayat 133–135 yang menjelaskan karakteristik orang-orang bertakwa. Dalam kajian tersebut dipaparkan lima sifat utama orang bertakwa, yakni gemar berinfak dalam keadaan lapang maupun sempit, mampu menahan amarah, mudah memaafkan kesalahan orang lain, senantiasa berbuat ihsan, serta tidak mengulangi kesalahan setelah bertaubat kepada Allah SWT.

Syarto menjelaskan bahwa mempelajari Al-Qur’an tidak cukup hanya memperbaiki bacaan, tetapi harus disertai dengan upaya memahami dan mengamalkan kandungan ayat-ayatnya dalam kehidupan sehari-hari.

“Tahsin adalah pintu awal untuk mencintai Al-Qur’an. Ketika bacaan semakin baik, maka akan semakin mudah memahami makna ayat-ayat Allah. Namun tujuan akhirnya bukan hanya fasih membaca, melainkan mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang membentuk akhlak, memperkuat keimanan, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Syarto.

Senada dengan itu, Harun Arrasyid mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat belajar Al-Qur’an tanpa mengenal usia. Menurutnya, majelis tahsin merupakan sarana yang sangat baik untuk memperbaiki bacaan sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

“Belajar Al-Qur’an adalah proses sepanjang hayat. Jangan pernah merasa terlambat untuk memperbaiki bacaan karena setiap huruf yang dibaca bernilai pahala. Semoga majelis ini menjadi wasilah bagi kita semua untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dan semakin mencintai ajaran Islam,” tuturnya.

Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan mengapresiasi konsistensi para penyuluh dalam melaksanakan pembinaan Al-Qur’an kepada masyarakat. Ia menilai program tersebut merupakan salah satu bentuk nyata pelayanan Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat melalui pendekatan edukatif dan berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga memahami kandungan dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pembinaan seperti ini akan terus kami dorong agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. KUA harus menjadi pusat pelayanan keagamaan yang hadir membimbing umat menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Lukman Hakim.

Suasana pembelajaran berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para peserta aktif berdiskusi mengenai penerapan nilai-nilai ketakwaan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan sekitar. Setelah seluruh rangkaian pembelajaran selesai, kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan agar ilmu yang diperoleh menjadi amal saleh dan membawa keberkahan, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Asar berjamaah.

Melalui Program Tahsin Al-Qur’an yang memadukan pembelajaran tajwid dengan pendalaman kandungan ayat suci, KUA Kecamatan Medan Amplas terus menegaskan komitmennya dalam membangun masyarakat yang cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan memiliki pemahaman keagamaan yang baik. Program ini diharapkan menjadi salah satu upaya strategis dalam mewujudkan masyarakat yang religius, moderat, dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *