KUA Medan Johor Bertakziah, Kenang Keteladanan Almarhum Ahmad Faisal Nasution

Medan (Humas) — Suasana duka masih menyelimuti keluarga almarhum Ahmad Faisal Nasution. Sebagai bentuk kepedulian dan rasa kehilangan, seluruh staf Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Johor bertakziah ke rumah ahli musibah di Deli Tua, Selasa (8/9/2026). Kehadiran keluarga besar KUA Medan Johor tersebut menjadi wujud empati sekaligus upaya memberikan penguatan kepada keluarga, khususnya istri almarhum, agar senantiasa diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan atas kepergian orang yang dicintai.

Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Johor, Sarizal Anas, menyampaikan tausiyah singkat kepada keluarga dan para pelayat. Ia mengajak keluarga ahli musibah untuk menerima ketetapan Allah SWT dengan penuh keikhlasan serta tetap kuat menjalani kehidupan setelah ditinggalkan oleh almarhum. Menurutnya, kematian merupakan ketetapan yang pasti dialami setiap manusia dan menjadi bagian dari perjalanan menuju kehidupan akhirat.

“Kematian yang menimpa setiap anak manusia sesungguhnya bukanlah akhir dari kehidupan, tetapi merupakan fase untuk menuju kehidupan berikutnya. Kita semua akan menunggu saat kebangkitan untuk menjalani kehidupan yang kekal dan abadi,” ujar Sarizal Anas. Ia juga mengingatkan keluarga agar menjadikan momentum duka sebagai penguat hubungan dengan Allah SWT melalui peningkatan ibadah, memperbanyak doa, serta membiasakan diri membaca Al-Qur’an.

Kepala KUA Kecamatan Medan Johor, H. Yakhman Hulu, S.Ag, M.I.Kom, menyampaikan bahwa keluarga besar KUA Medan Johor turut merasakan kehilangan atas wafatnya almarhum Ahmad Faisal Nasution. Menurutnya, almarhum meninggalkan banyak keteladanan yang patut dikenang, terutama dalam hal kesantunan berkomunikasi, sikap dalam bekerja, serta kepedulian terhadap sesama rekan kerja. Nilai-nilai kebaikan tersebut diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh keluarga besar KUA Medan Johor.

“Kami dari keluarga besar KUA Medan Johor sangat kehilangan atas kepergian almarhum. Banyak keteladanan dan kebaikan yang beliau tinggalkan, terutama dalam kesantunan berbicara, bersikap, serta kepedulian kepada sesama rekan kerja. Semoga segala kebaikan almarhum menjadi amal jariyah dan Allah SWT menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” tutur Yakhman Hulu.

Rangkaian takziah kemudian diisi dengan pembacaan takhtim, tahlil, dan doa yang dipimpin secara bergantian oleh Ali Sahra Hutapea, Al Huda, Qomarul Anwar, Defrijal, Juwita, Nurman Ritonga, dan Nur Elhidayati. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan dan keakraban, sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus doa bersama bagi almarhum.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan tali asih kepada keluarga ahli musibah sebagai bentuk kepedulian dan ungkapan turut berdukacita dari keluarga besar KUA Kecamatan Medan Johor. Melalui kegiatan tersebut, jajaran KUA Medan Johor berharap keluarga yang ditinggalkan senantiasa memperoleh kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi masa duka, serta terus mendoakan almarhum agar mendapat ampunan dan rahmat dari Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *