Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan memberikan bimbingan rohani kepada pasien di RS Muhammadiyah Sumatera Utara, Kota Medan, Selasa (8/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam M. Iqbal menyampaikan materi mengenai keutamaan mendoakan sesama sebagai salah satu bentuk kepedulian dan kebaikan kepada orang lain. Pesan tersebut mengajak pasien untuk membiasakan diri mendoakan keluarga, sahabat, maupun sesama yang sedang membutuhkan dukungan dan penguatan. Kebiasaan mendoakan orang lain juga dapat menjadi sarana menumbuhkan ketulusan serta memperkuat hubungan sosial.
Dalam bimbingan rohani tersebut, M. Iqbal menjelaskan bahwa mendoakan saudara sesama Muslim memiliki keutamaan karena malaikat turut mendoakan orang yang memanjatkan doa tersebut. Menurutnya, doa yang dipanjatkan untuk orang lain tanpa sepengetahuan mereka merupakan salah satu bentuk kebaikan yang memiliki nilai di hadapan Allah SWT. “Ketika kita mendoakan saudara kita tanpa sepengetahuannya, malaikat akan mendoakan kita dengan kebaikan yang serupa. Karena itu, jangan pernah ragu untuk mendoakan orang lain,” ujar M. Iqbal.
Ia mengajak pasien untuk menjadikan kebiasaan mendoakan sesama sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, doa tidak selalu harus disampaikan secara langsung kepada orang yang didoakan, tetapi dapat dipanjatkan secara tulus tanpa diketahui oleh siapa pun. Sikap tersebut menunjukkan kepedulian yang tidak berorientasi pada balasan dan dapat dilakukan kapan saja, termasuk ketika seseorang sedang berada dalam kondisi terbatas. “Kita tidak harus selalu memberitahukan kepada orang lain bahwa kita sedang mendoakannya. Doa yang tulus bisa menjadi kebaikan yang kita lakukan tanpa mengharapkan balasan,” katanya.
M. Iqbal juga mengingatkan bahwa kebiasaan mendoakan orang lain dapat membantu menjernihkan hati dari sifat dengki, iri, dan kebencian. Bahkan, mendoakan orang yang tidak disukai dapat menjadi latihan untuk mengendalikan perasaan negatif sekaligus membangun ketulusan dalam diri. Menurutnya, kemampuan memohonkan kebaikan bagi orang lain merupakan bagian dari proses memperbaiki hubungan dengan sesama dan membersihkan hati. “Kalau kita mampu mendoakan kebaikan untuk orang yang bahkan tidak kita sukai, itu menjadi tanda bahwa kita sedang belajar membersihkan hati dari dengki dan benci,” ungkapnya.
Selain memberikan pemahaman keagamaan, bimbingan rohani tersebut menjadi bagian dari pelayanan Penyuluh Agama Islam kepada masyarakat, khususnya mereka yang sedang menjalani perawatan. Kehadiran penyuluh di lingkungan rumah sakit diharapkan dapat memberikan penguatan spiritual dan menemani pasien dalam menghadapi kondisi yang sedang dijalani. Dalam situasi tersebut, pesan-pesan keagamaan dapat menjadi pengingat agar pasien tetap menjaga hubungan dengan Allah SWT serta membangun sikap positif terhadap orang-orang di sekitarnya.
Kegiatan bimbingan rohani juga menjadi ruang bagi Penyuluh Agama Islam untuk menyampaikan bahwa kondisi sakit tidak menghalangi seseorang untuk terus melakukan kebaikan. Mendoakan keluarga, tenaga kesehatan, sesama pasien, maupun orang lain yang membutuhkan dapat menjadi bentuk amal yang sederhana tetapi bermakna. Melalui kebiasaan tersebut, pasien diharapkan dapat tetap memiliki semangat untuk berbagi kebaikan meskipun sedang menjalani masa perawatan.
M. Iqbal berharap pesan yang disampaikan dalam bimbingan rohani tersebut dapat diamalkan oleh para pasien dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, membiasakan diri mendoakan sesama dapat membantu seseorang menjaga kejernihan hati, meningkatkan kepedulian, serta membangun hubungan yang lebih baik dengan lingkungan sekitar. “Semoga kita semua dapat membiasakan diri mendoakan orang lain. Ketika hati kita terbiasa mendoakan kebaikan, insyaallah akan tumbuh rasa kasih sayang dan kepedulian kepada sesama,” ujarnya.
Bimbingan rohani di RS Muhammadiyah Sumatera Utara diharapkan memberikan manfaat bagi pasien selama menjalani masa perawatan. Nilai-nilai keagamaan yang disampaikan dapat menjadi penguatan batin sekaligus motivasi untuk tetap memperbanyak kebaikan dalam berbagai keadaan. Melalui kegiatan Penyuluh Bergerak dan Penyuluh Berkarya, Kementerian Agama Kota Medan terus mendorong agar pelayanan dan pembinaan keagamaan hadir di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan rumah sakit. Dengan demikian, kehadiran Penyuluh Agama Islam diharapkan dapat memberikan manfaat dalam memperkuat spiritualitas dan membangun kepedulian sosial.

