Medan (Humas) — Penyelenggara Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Medan bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Medan melaksanakan pembinaan mental dan kerohanian bagi warga binaan beragama Hindu di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tanjung Gusta, Medan, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) Penyelenggara Agama Hindu Kemenag Kota Medan, Karma Perangin-Angin bersama jajaran pengurus PHDI Kota Medan. Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya memberikan penguatan spiritual dan moral kepada warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat membekali warga binaan dengan nilai-nilai keagamaan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Karma Perangin-Angin menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan hak setiap warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani masa hukuman di rutan maupun lembaga pemasyarakatan. Menurutnya, pendampingan melalui kegiatan keagamaan dapat membantu warga binaan membangun kesadaran diri sekaligus menumbuhkan harapan untuk memperbaiki kehidupan. “Pembinaan keagamaan merupakan hak setiap warga negara, termasuk bagi saudara-saudara kita yang sedang menjalani masa pembinaan di rutan, sehingga mereka tetap perlu mendapatkan penguatan iman dan pendampingan rohani,” ujar Karma Perangin-Angin. Ia menambahkan bahwa pembinaan secara berkelanjutan diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan mental dan spiritual warga binaan.
Sementara itu, materi pembinaan yang diberikan mengangkat nilai-nilai ajaran Hindu yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Tim PHDI Kota Medan bersama penyuluh agama Hindu menyampaikan pemahaman mengenai Tattwa, Susila, dan Acara, serta ajaran Sradha dan Bhakti. Senada dengan hal itu, materi tersebut diharapkan dapat menjadi landasan bagi warga binaan dalam membangun sikap, perilaku, dan keyakinan yang lebih baik. Kegiatan diawali dengan doa bersama kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi serta dialog interaktif bersama warga binaan.
Selain pemberian materi keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdialog mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan spiritual. Karma Perangin-Angin menilai interaksi langsung dalam pembinaan penting untuk membangun kedekatan sekaligus memahami kebutuhan rohani warga binaan. “Melalui bimbingan dan dialog seperti ini, kita berharap mereka dapat semakin menyadari bahwa masa pembinaan bukan akhir dari kehidupan, tetapi menjadi kesempatan untuk melakukan perubahan dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat,” katanya. Dengan adanya pendampingan tersebut, warga binaan diharapkan memiliki optimisme dan motivasi untuk menjalani proses pembinaan dengan lebih baik.
Pihak Rutan Kelas I Tanjung Gusta menyambut baik pelaksanaan pembinaan mental dan kerohanian yang dilaksanakan Kemenag Kota Medan bersama PHDI Kota Medan. Kerja sama tersebut menjadi bentuk sinergi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pembinaan keagamaan bagi warga binaan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Selain itu, kegiatan keagamaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu memperkuat karakter serta mental spiritual warga binaan selama berada di rutan. Kolaborasi antara Kemenag, PHDI, dan pihak Rutan menjadi bagian penting dalam menciptakan pembinaan yang menyentuh aspek moral, spiritual, dan kemanusiaan.
Pembinaan mental dan kerohanian bagi warga binaan Hindu di Rutan Kelas I Tanjung Gusta diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Nilai-nilai keagamaan yang disampaikan diharapkan mampu menjadi bekal bagi warga binaan dalam menjalani proses pembinaan dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat. Sinergi antara Kemenag Kota Medan, PHDI Kota Medan, dan pihak Rutan juga diharapkan semakin kuat dalam mendukung pembinaan karakter warga binaan. Melalui pembinaan yang konsisten, aspek mental dan spiritual dapat terus diperkuat sebagai bagian dari proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

