Maknai Tahun Baru Islam, PAI KUA Medan Denai Ajak Jamaah Teladani Semangat Hijrah

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai terus mengintensifkan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Keluarga Sakinah. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Majelis Taklim Silaturahmi di Jalan Denai Simpang Jermal IV, Kamis (11/06/2026) ba’da Zuhur.

Bimluh yang berlangsung di kediaman salah seorang anggota majelis taklim itu dihadiri jamaah dengan penuh antusias. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penyuluh agama dalam memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat sekaligus membangun keluarga yang harmonis, religius, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana khusyuk dan penuh keberkahan. Selanjutnya, jamaah mendapatkan pembinaan keagamaan yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai, Syaiful Akhyar, S.H.I., dengan tema “Makna Hijrah dan Pelajaran dari Peristiwa Hijrah Rasulullah SAW.”

Dalam pemaparannya, Syaiful Akhyar menjelaskan bahwa hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga sebagai perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik, lebih taat, dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Menurutnya, semangat hijrah harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui upaya meninggalkan perbuatan yang dilarang agama, meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.

“Hijrah sejatinya adalah proses perbaikan diri yang berlangsung sepanjang hayat. Seorang muslim dituntut untuk terus berusaha meninggalkan kebiasaan yang kurang baik dan menggantinya dengan amalan-amalan yang diridhai Allah SWT,” ujarnya.

Syaiful Akhyar juga mengutip hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa orang yang berhijrah adalah mereka yang meninggalkan segala larangan Allah SWT. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya menjadikan semangat hijrah sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.

Lebih lanjut, ia menguraikan sejumlah pelajaran penting yang dapat dipetik dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW, di antaranya pentingnya pengorbanan dalam mempertahankan keimanan, keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal, kesabaran dalam menghadapi ujian, serta pentingnya membangun persaudaraan dan solidaritas sesama umat Islam.

“Peristiwa hijrah mengajarkan kepada kita bahwa keberhasilan membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh. Rasulullah SAW memberikan teladan bagaimana mempersiapkan segala sesuatu dengan matang, namun tetap menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, jamaah juga diajak menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana muhasabah diri untuk memperbaiki kualitas salat, memperbanyak menuntut ilmu agama, menjaga pergaulan yang baik, serta membangun keluarga yang harmonis berdasarkan ajaran Islam.

“Momentum hijrah hendaknya menjadi pengingat bagi kita untuk selalu mengevaluasi diri. Jangan sampai pergantian tahun hanya menjadi rutinitas tanpa ada perubahan yang lebih baik dalam ibadah, akhlak, dan kehidupan keluarga,” tambahnya.

Penyampaian materi berlangsung secara interaktif. Jamaah terlihat antusias mengikuti pembinaan dan aktif berdialog mengenai berbagai persoalan keagamaan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pembinaan keagamaan yang berkelanjutan dan aplikatif.

Kegiatan Bimluh Keluarga Sakinah kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh penyuluh. Dalam doa tersebut dipanjatkan harapan agar seluruh jamaah diberikan kekuatan untuk mengamalkan nilai-nilai hijrah dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang edukatif, partisipatif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kehadiran penyuluh agama di tengah jamaah diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas kehidupan beragama, serta mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlakul karimah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *