Medan (Humas) – Kemenag Medan terus memperkuat pembinaan keagamaan kepada masyarakat melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Salah satunya dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Barat, H. Abdullah Hakim, yang memberikan penyuluhan kepada jamaah Majelis Taklim Amal Setia pada Sabtu (25/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, materi yang disampaikan mengangkat tema “4 Golongan yang Dibenci oleh Allah SWT” berdasarkan Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh jamaah dengan penuh antusias. Penyampaian materi dikemas secara komunikatif sehingga mendorong interaksi antara penyuluh dan peserta. Suasana yang hangat membuat jamaah lebih mudah memahami pesan-pesan keagamaan yang disampaikan.
Dalam tausiahnya, H. Abdullah Hakim menjelaskan bahwa seorang muslim harus berupaya menjauhi berbagai sifat yang mendatangkan murka Allah SWT. Ia menerangkan bahwa kesombongan, gemar berdebat dalam kebatilan, berkata keji dan kotor, serta mengungkit-ungkit pemberian merupakan perilaku yang harus dihindari dalam kehidupan sehari-hari. “Seorang muslim tidak hanya dituntut rajin beribadah, tetapi juga wajib menjaga akhlak, lisan, dan keikhlasan dalam setiap amal. Dengan menjauhi sifat-sifat yang dibenci Allah, insya Allah kita akan memperoleh rida dan keberkahan dalam kehidupan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan setiap kajian sebagai sarana muhasabah diri agar senantiasa memperbaiki perilaku dan memperkuat keimanan. Menurutnya, akhlak yang baik merupakan cerminan dari kualitas iman seorang muslim. “Mari kita jadikan Al-Qur’an dan sunah sebagai pedoman hidup, sehingga setiap ucapan dan perbuatan kita senantiasa mencerminkan akhlak mulia yang dicintai Allah SWT,” katanya.
Para jamaah mengikuti penyuluhan dengan penuh perhatian hingga kegiatan berakhir. Selain mendengarkan tausiah, peserta juga berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait penerapan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ikhtiar memohon kekuatan agar senantiasa istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini, Kemenag Medan terus berkomitmen menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Peran aktif Penyuluh Agama Islam diharapkan mampu meningkatkan pemahaman keagamaan, memperkuat akhlak, serta menumbuhkan kesadaran umat untuk mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, diharapkan terwujud masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan harmonis.

