Melalui Yohanes 10:11, Kemenag Medan Hadirkan Penghiburan dan Pengharapan bagi Warga Binaan

Medan (Humas) – Kemenag Medan terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan di Rumah Perlindungan Sosial Kota Medan. Melalui kegiatan bimbingan kerohanian yang dilaksanakan pada Jumat (24/7/2026), para Penyuluh Agama Kristen mengajak warga binaan memaknai Firman Tuhan dari Yohanes 10:11 tentang Yesus sebagai Gembala yang Baik. Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya Kemenag Medan dalam menghadirkan penghiburan, membangkitkan pengharapan, serta memperkuat kehidupan spiritual masyarakat yang tengah menjalani proses pemulihan sosial.

Kegiatan diawali dengan doa pembuka dan dipandu oleh Debora Br. Pandia, S.Th. sebagai pembawa acara. Renungan Firman Tuhan disampaikan oleh Jetty Sitanggang, S.Th. dengan mengangkat tema “Gembala yang Baik” berdasarkan Yohanes 10:11, yang mengajarkan bahwa Yesus senantiasa mengasihi, menjaga, dan menuntun umat-Nya. Setelah penyampaian firman, kegiatan dilanjutkan dengan konseling rohani yang dipimpin oleh Mateus Brian Purba, S.Th. serta doa syafaat yang dipimpin oleh Yohana Sitompul, S.Th.

Dalam renungannya, Jetty Sitanggang mengajak seluruh warga binaan untuk tetap memiliki pengharapan di tengah berbagai pergumulan hidup. Ia menegaskan bahwa kasih Tuhan tidak pernah meninggalkan setiap orang, sekalipun pernah mengalami kegagalan, penolakan, ataupun kesulitan hidup. “Melalui Yohanes 10:11 kita belajar bahwa Yesus adalah Gembala yang Baik yang tidak pernah meninggalkan domba-domba-Nya. Kasih Tuhan selalu membuka kesempatan bagi setiap orang untuk bangkit, berubah, dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, pada sesi konseling rohani, Mateus Brian Purba memberikan penguatan kepada warga binaan agar tidak kehilangan semangat dalam menjalani proses pembinaan. Ia mengajak seluruh peserta untuk terus membangun iman, memelihara harapan, dan percaya bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memulai kehidupan yang baru. “Jangan biarkan masa lalu menentukan masa depan. Percayalah bahwa Tuhan sanggup memulihkan kehidupan setiap orang yang mau berserah dan berjalan bersama-Nya,” katanya.

Suasana ibadah berlangsung dengan penuh kekhidmatan, kehangatan, dan pengharapan. Para warga binaan mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan antusias, mulai dari penyampaian firman, konseling rohani, hingga doa bersama. Berdasarkan keterangan petugas sosial, sebagian warga binaan mengalami keterpurukan akibat kemiskinan, konflik keluarga, kehilangan pekerjaan, dan berbagai persoalan sosial lainnya sehingga pembinaan spiritual menjadi salah satu bagian penting dalam proses pemulihan mereka.

Melalui kegiatan ini, Kemenag Medan terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat. Kehadiran Penyuluh Agama Kristen diharapkan mampu memberikan penguatan spiritual, menumbuhkan optimisme, serta membangkitkan semangat baru bagi warga binaan untuk menata masa depan yang lebih baik. Dengan pelayanan yang berkelanjutan, Kemenag Medan terus menghadirkan nilai-nilai kasih, kepedulian, dan pengharapan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *