Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan terus memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) di lingkungan sekolah. Hal tersebut diwujudkan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Helvetia, H. Tamrin Butar Butar, S.Ag., S.Pd.I., saat memberikan Bimluh kepada para siswa SMA Negeri 12 Medan pada Jumat (24/7/2026). Mengusung tema “Muharram, Saatnya Menentukan Arah, Bukan Sekadar Melangkah”, kegiatan ini mengajak para pelajar menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum memperbaiki diri dan menyusun arah kehidupan yang lebih baik.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa mengikuti penyampaian materi dengan serius serta aktif berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi generasi muda di era saat ini. Melalui pendekatan yang komunikatif, peserta diajak memahami makna hijrah sebagai perubahan menuju pribadi yang lebih beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Dalam materinya, H. Tamrin Butar Butar menegaskan bahwa Muharram bukan sekadar penanda pergantian tahun Hijriah, tetapi menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri dan menentukan tujuan hidup. Ia mengajak para pelajar agar tidak menjalani kehidupan tanpa arah, melainkan memiliki visi yang jelas untuk meraih masa depan yang lebih baik. “Muharram mengingatkan kita bahwa hidup tidak cukup hanya berjalan mengikuti keadaan. Kita harus memiliki arah yang jelas, memperbaiki diri dari hari ke hari, serta menjadikan iman, ilmu, dan akhlak sebagai bekal dalam setiap langkah kehidupan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para siswa agar memanfaatkan masa muda dengan kegiatan yang bermanfaat serta menjauhi perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari karakter dan integritas yang dibangun sejak dini. “Jadilah generasi yang mampu membawa perubahan positif. Mulailah hijrah dari hal-hal sederhana, seperti disiplin belajar, menghormati orang tua dan guru, menjaga pergaulan, serta memperkuat ibadah kepada Allah SWT,” katanya.
Seluruh rangkaian kegiatan mendapat respons positif dari para peserta yang mengikuti penyuluhan hingga selesai. Selain memperoleh pemahaman tentang makna Muharram, para siswa juga termotivasi untuk menjadikan setiap momentum sebagai kesempatan memperbaiki kualitas diri. Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar seluruh peserta diberikan kemudahan dalam meraih cita-cita dan istiqamah menjalankan ajaran Islam.
Melalui kegiatan Bimluh ini, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan terus berupaya memperluas pembinaan keagamaan yang menyentuh kalangan pelajar sebagai bekal membangun karakter sejak dini. Kehadiran penyuluh di lingkungan sekolah diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai keislaman, menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan berhijrah ke arah yang lebih baik, serta membentuk pribadi yang berakhlak mulia. Dengan menjadikan momentum Muharram sebagai titik awal perubahan, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi yang beriman, berprestasi, bertanggung jawab, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, agama, serta bangsa.

