Medan (Humas) – Penguatan pelayanan kepada umat menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pembinaan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat. Organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam menghimpun potensi umat, mengembangkan program keagamaan, serta menghadirkan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Minggu (27/9/2026), Plt. Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Medan Irianto Saputra, S.Ag., M.Si. menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) VIII Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Kota Medan di Hall Perguruan Buddhis Bodhicitta. Kehadirannya sekaligus menjadi momentum untuk mendorong MBI Kota Medan terus memperkuat pelayanan dan pembinaan umat Buddha secara berkelanjutan.
Muscab VIII MBI Kota Medan menjadi forum untuk mengevaluasi pelaksanaan program yang telah berjalan sekaligus menyusun arah dan program kerja organisasi ke depan. Irianto menyampaikan bahwa hasil musyawarah diharapkan tidak hanya memperkuat organisasi secara internal, tetapi juga memberikan dampak terhadap peningkatan pelayanan kepada umat. “Musyawarah organisasi merupakan momentum untuk memperkuat kebersamaan, mengevaluasi program yang telah berjalan, dan menyusun langkah ke depan,” ujar Irianto. Selain itu, ia berharap program yang dihasilkan dapat semakin menjawab kebutuhan umat dan mendukung pelaksanaan pembinaan keagamaan di Kota Medan.
Lebih lanjut, Irianto menekankan bahwa pelayanan umat perlu menjadi perhatian dalam setiap penyusunan program organisasi. Menurutnya, organisasi keagamaan dapat mengambil peran melalui berbagai kegiatan yang memberikan ruang bagi umat untuk memperoleh pembinaan, penguatan nilai keagamaan, dan pendampingan. “Kami berharap hasil musyawarah dapat memberikan kontribusi positif bagi pelayanan dan pembinaan umat Buddha di Kota Medan,” katanya. Senada dengan hal itu, ia mendorong pengurus MBI untuk menjadikan kebutuhan umat sebagai salah satu pertimbangan dalam merancang dan melaksanakan program kerja.
Irianto juga menyampaikan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dalam mendukung pelayanan kepada umat. Ia menilai sinergi antara pengurus organisasi, umat, dan Kementerian Agama dapat memperkuat pelaksanaan berbagai program pembinaan keagamaan. “Pelayanan kepada umat akan semakin kuat apabila dibangun dengan komunikasi, kebersamaan, dan koordinasi yang baik antara organisasi dengan berbagai pihak,” terangnya. Sementara itu, hubungan yang harmonis dengan organisasi keagamaan Buddha lainnya juga diharapkan dapat membuka ruang kerja sama dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sebagai Plt. Penyelenggara Buddha Kemenag Kota Medan, Irianto menyampaikan bahwa Kementerian Agama terus mendorong organisasi keagamaan untuk berkontribusi dalam memperkuat pembinaan dan pelayanan kepada umat. Ia mengapresiasi pelaksanaan Muscab VIII MBI Kota Medan sebagai bagian dari proses organisasi dalam melakukan evaluasi dan merumuskan langkah kerja secara bersama. “Kementerian Agama tentu mendukung upaya organisasi keagamaan dalam meningkatkan pelayanan kepada umat, dan kami berharap sinergi ini dapat terus berjalan dengan baik,” ungkapnya. Selain itu, ia berharap kepengurusan dan program yang dihasilkan melalui musyawarah dapat menjadi penguatan bagi pelaksanaan pelayanan umat Buddha di Kota Medan.
Muscab VIII MBI Kota Medan diharapkan dapat menghasilkan program kerja yang berorientasi pada kebutuhan organisasi sekaligus memberikan manfaat bagi umat Buddha. Penguatan pelayanan dapat diwujudkan melalui pembinaan keagamaan, pengembangan kegiatan umat, serta peningkatan koordinasi dengan berbagai pihak. Sinergi antara MBI Kota Medan dan Kementerian Agama juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan pelayanan dan pembinaan umat. Dengan demikian, hasil musyawarah diharapkan dapat menjadi pijakan bagi MBI Kota Medan dalam memperkuat peran organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat secara berkelanjutan.

