Medan (Humas) – Paduan Suara Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan turut memeriahkan Perayaan Yubelium ke-50 Gereja Siloam Indonesia (GSI) yang berlangsung di Jalan Rakyat No. 145, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan, Selasa (21/7/2026). Kehadiran rombongan Kementerian Agama Kota Medan dalam perayaan tersebut menjadi wujud dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang memperkuat nilai persaudaraan, kebersamaan, dan kerukunan di tengah masyarakat.
Perayaan Yubelium yang menandai perjalanan pelayanan Gereja Siloam Indonesia selama lima dekade berlangsung dengan penuh sukacita dan rasa syukur. Acara dihadiri oleh jemaat serta perwakilan Gereja Siloam Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia. Suasana ibadah dipenuhi pujian, doa, serta ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan pelayanan gereja selama 50 tahun.
Pada kesempatan tersebut, Paduan Suara Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Medan mempersembahkan kidung pujian berjudul “Tegakkanlah Hatimu”. Penampilan yang dibawakan dengan penuh penghayatan itu mendapat sambutan hangat dari seluruh jemaat dan tamu undangan, sekaligus menambah semarak suasana perayaan yang mengangkat tema “Betapa Indahnya Kedatangan Mereka yang Membawa Kabar Baik”, yang diambil dari Roma 10:15.
Kepala Seksi Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Drs. Maruli Tua Hasugian, M.Pd.K., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan ucapan selamat atas Yubelium ke-50 Gereja Siloam Indonesia. Menurutnya, perjalanan panjang sebuah gereja merupakan bukti nyata penyertaan Tuhan sekaligus hasil dari semangat pelayanan, kebersamaan, dan kesetiaan seluruh jemaat dalam mewartakan kabar baik.
Dalam sambutannya, Maruli mengajak seluruh umat Kristiani untuk terus menjadi pembawa damai dan kasih di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk. Ia menegaskan bahwa semangat pelayanan gereja harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, memperkuat persaudaraan, dan menjaga kerukunan antarumat beragama.
“Melalui semangat Yubelium ini, saya mengajak seluruh umat untuk terus membawa kabar baik, menebarkan kasih, serta menjaga persatuan dan kerukunan antarumat beragama. Jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah kebersamaan yang selama ini telah kita bangun dengan baik,” ujar Maruli.
Ia menambahkan bahwa kerukunan merupakan modal utama dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan umat beragama, memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan serta memperkuat semangat toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
“Perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup rukun. Justru keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus terus kita rawat. Mari kita menjadi pribadi yang menghadirkan kasih, membawa damai, dan memberikan teladan yang baik di lingkungan keluarga, gereja, maupun masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Maruli juga memperkenalkan Paduan Suara Seksi Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan sebagai salah satu wadah pelayanan yang aktif mendukung berbagai kegiatan keagamaan. Menurutnya, melalui pelayanan musik gerejawi, paduan suara tidak hanya mempersembahkan pujian kepada Tuhan, tetapi juga menjadi media untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat semangat pelayanan, dan membangun kebersamaan di tengah umat.
Perayaan Yubelium ke-50 Gereja Siloam Indonesia ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan selama lima puluh tahun perjalanan pelayanan gereja. Suasana penuh keakraban yang terjalin dalam kegiatan tersebut semakin memperkuat tali persaudaraan antarsesama jemaat dan para tamu undangan.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan keagamaan yang mempererat persaudaraan, memperkokoh moderasi beragama, serta menumbuhkan semangat hidup rukun dalam keberagaman. Diharapkan, semangat Yubelium ke-50 Gereja Siloam Indonesia menjadi inspirasi bagi seluruh umat untuk terus menghadirkan nilai-nilai kasih, damai, dan pengharapan dalam kehidupan bermasyarakat.

