Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Baru, H. Damri Tambunan, S.HI., S.Pd.I., M.Pd., mengajak seluruh pegawai Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara untuk terus menumbuhkan dan memperkuat kepedulian sosial sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Agama Islam yang dirangkaikan dengan pengajian rutin di lingkungan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Para peserta mengikuti pengajian dengan antusias serta menyimak materi yang disampaikan sebagai upaya memperkaya pemahaman keagamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dalam menjalankan tugas sebagai aparatur yang melayani masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Damri menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan salah satu ajaran pokok dalam Islam yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, seorang muslim tidak hanya dituntut memiliki hubungan yang baik dengan Allah SWT (hablum minallah), tetapi juga harus menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama manusia (hablum minannas).
“Kepedulian sosial harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan saling membantu, berbagi rezeki, serta peka terhadap kondisi lingkungan sekitar. Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain,” ujar Damri.
Ia menjelaskan bahwa berbagai bentuk ibadah sosial, seperti sedekah, infak, dan wakaf, merupakan amalan yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT. Selain menjadi ladang pahala, amalan tersebut juga mampu mempererat ukhuwah Islamiyah, mengurangi kesenjangan sosial, serta menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Jangan pernah merasa rugi ketika membantu orang lain. Setiap kebaikan yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita sendiri dalam bentuk keberkahan hidup. Semakin besar kepedulian kita kepada sesama, semakin kuat pula ikatan persaudaraan yang terjalin di tengah masyarakat,” tambahnya.
Damri juga mengingatkan bahwa pegawai Dinas Sosial memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Oleh karena itu, menurutnya, nilai-nilai keagamaan harus senantiasa menjadi fondasi dalam menjalankan tugas sehingga pelayanan yang diberikan tidak hanya profesional, tetapi juga humanis, penuh empati, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam ini, diharapkan semangat kepedulian sosial, moderasi beragama, dan budaya berbagi semakin tumbuh di lingkungan kerja. Dengan demikian, para pegawai mampu menjadi teladan dalam menghadirkan pelayanan publik yang berintegritas, religius, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.

