Medan Denai (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Denai kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (BIMLUH) di Masjid Al-Munawwarah, Rabu (15/04/2026). Kegiatan ini berlangsung di Majelis Taklim (MT) Al-Munawwarah yang berlokasi di Jalan Tangguk Bongkar 10, Kelurahan Tegal Sari Mandala II.
Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB hingga pelaksanaan salat Asar berjamaah ini dibuka oleh Ketua MT Al-Munawwarah, Marianiy. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa istiqamah dalam menuntut ilmu melalui majelis taklim serta mengapresiasi kehadiran para penyuluh agama yang terus aktif melakukan pembinaan umat.
Materi BIMLUH disampaikan oleh penyuluh sekaligus penceramah, Khoiruz Zaman, dengan tema “Empat Perkara yang Mewariskan Penyesalan”. Penyampaian materi dilakukan secara lugas dan menyentuh, sehingga mudah dipahami oleh para jamaah yang hadir.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan empat hal yang dapat menjadi sumber penyesalan dalam kehidupan. Pertama, harta yang tidak diinfakkan. Ia menegaskan bahwa harta merupakan titipan dari Allah SWT yang harus dimanfaatkan untuk kebaikan, seperti bersedekah dan membantu sesama.
Kedua, ilmu yang tidak diamalkan. Ilmu yang dimiliki seharusnya menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa pengamalan, ilmu tidak akan memberikan manfaat bahkan dapat menjadi beban pertanggungjawaban di akhirat.
Ketiga, masa muda yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Masa muda merupakan waktu yang penuh peluang dan energi. Jika tidak digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, maka akan menimbulkan penyesalan di kemudian hari.
Keempat, pertemanan yang tidak memberikan manfaat. Ia menekankan bahwa lingkungan pergaulan sangat berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Oleh karena itu, penting untuk memilih teman yang dapat membawa kepada kebaikan.
Melalui materi tersebut, jamaah diingatkan untuk memanfaatkan setiap nikmat yang diberikan Allah SWT secara optimal, agar tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang menyesal di kemudian hari.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para jamaah terlihat aktif mengikuti rangkaian acara, termasuk dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Diskusi yang terjalin menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam memperdalam pemahaman keagamaan.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, dengan harapan ilmu yang telah disampaikan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan BIMLUH ini diharapkan terus berlanjut sebagai sarana pembinaan umat serta penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

