PAI KUA Medan Denai Gelar Bimluh Keluarga Sakinah, Ajak Jamaah Hadapi Empat Ujian Hidup dengan Sabar dan Syukur

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai kembali menggelar kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Keluarga Sakinah di Majelis Taklim Minang Sakato, Mushalla Minang Sakato, Jalan Denai/Rawa I, Gang Sedar II, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, Senin (20/7/2026). Kegiatan yang berlangsung usai Salat Zuhur hingga Salat Asar berjamaah ini bertujuan memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat sekaligus membangun ketahanan spiritual dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Kegiatan dipandu oleh Ibu Armi selaku protokol dan dihadiri oleh anggota Majelis Taklim Minang Sakato yang mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias. Dalam sambutannya, Ketua Majelis Taklim Minang Sakato, Hj. Zulbaidah, menyampaikan apresiasi kepada Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai yang secara konsisten memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat.

Ia menilai kegiatan Bimluh menjadi sarana yang efektif dalam menambah wawasan keislaman sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Menurutnya, materi-materi yang disampaikan selalu relevan dengan kehidupan sehari-hari sehingga mampu menjadi pedoman bagi jamaah dalam menjalani kehidupan.

Materi bimbingan disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai, Khoiruz Zaman, S.H.I., dengan tema “Empat Macam Cobaan Hidup yang Pasti Dialami Setiap Manusia.” Dalam tausiahnya, ia menjelaskan bahwa setiap manusia tidak akan terlepas dari ujian yang telah menjadi ketetapan Allah SWT, yakni sakit, masa tua, kematian, serta kegelisahan hati berupa kesedihan, kejenuhan, dan berbagai tekanan hidup.

Menurutnya, sakit merupakan ujian yang mengingatkan manusia akan kelemahan dirinya sekaligus menjadi penghapus dosa bagi hamba yang bersabar. Sementara itu, masa tua adalah fase kehidupan yang harus dipersiapkan dengan memperbanyak amal saleh sebelum datangnya kelemahan fisik.

“Sakit, tua, mati, dan berbagai kegelisahan hidup adalah bagian dari sunnatullah yang pasti dialami setiap manusia. Yang membedakan adalah bagaimana kita menyikapinya. Seorang mukmin akan menjadikan setiap ujian sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.

Khoiruz Zaman juga mengingatkan bahwa kematian merupakan kepastian yang tidak diketahui waktu kedatangannya. Oleh sebab itu, setiap muslim hendaknya memanfaatkan kesempatan hidup dengan memperbaiki ibadah, meningkatkan kualitas akhlak, serta memperbanyak amal saleh sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.

Selain ujian yang bersifat fisik, ia menjelaskan bahwa kegelisahan, kesedihan, kejenuhan, dan tekanan hidup juga menjadi ujian batin yang sering dirasakan manusia. Menurutnya, ketenangan hati hanya dapat diraih dengan memperkuat hubungan kepada Allah SWT melalui salat, zikir, membaca Al-Qur’an, berdoa, serta bertawakal kepada-Nya.

“Bekal terbaik dalam menghadapi setiap ujian adalah memperbanyak sabar dan syukur. Ketika diuji kita bersabar, dan ketika diberi nikmat kita bersyukur. Dua sikap inilah yang akan menghadirkan ketenangan hati serta mengantarkan seorang hamba kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat,” jelasnya.

Penyampaian materi berlangsung interaktif. Para jamaah tampak menyimak setiap penjelasan dengan penuh perhatian dan aktif mengajukan pertanyaan mengenai cara menghadapi berbagai persoalan kehidupan sesuai tuntunan ajaran Islam. Suasana majelis berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan hingga kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Syaiful Akhyar, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Salat Asar berjamaah.

Salah seorang jamaah, Ibu Evi Sariani, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan motivasi untuk lebih sabar dan ikhlas dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

“Alhamdulillah, banyak ilmu yang kami dapatkan hari ini. Materinya sangat menyentuh hati dan menjadi pengingat agar kami lebih sabar, lebih banyak bersyukur, serta lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam menghadapi setiap ujian kehidupan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Bimluh yang dilaksanakan secara rutin, KUA Kecamatan Medan Denai berharap masyarakat semakin memahami ajaran Islam, memiliki ketahanan spiritual dalam menghadapi berbagai cobaan hidup, serta mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah dengan menjadikan nilai-nilai keimanan, kesabaran, dan rasa syukur sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *