Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai terus mengintensifkan pembinaan keagamaan melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) di berbagai majelis taklim. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kandungan Al-Qur’an sekaligus mendorong pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Pada Kamis (23/7/2026), PAI KUA Kecamatan Medan Denai melaksanakan Bimbingan dan Penyuluhan di Majelis Taklim (MT) An-Nisa yang bertempat di Masjid Syiar Islam, Jalan M. Nawi Harahap, Kecamatan Medan Denai. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.30 WIB hingga selesai salat Asar berjamaah tersebut dilaksanakan di kediaman tuan rumah Ibu Roslaini Nasution dan diikuti oleh jamaah majelis taklim dengan penuh antusias.
Acara dibuka oleh Ketua MT An-Nisa, Hj. Rusni Purba. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menghadiri majelis ilmu sebagai sarana meningkatkan keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperluas wawasan keislaman.
“Majelis taklim merupakan tempat yang sangat baik untuk menambah ilmu agama dan memperkuat keimanan. Semoga kita semua dapat terus istiqamah menghadiri majelis ilmu agar ilmu yang diperoleh menjadi bekal dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar Hj. Rusni Purba.
Materi Bimbingan dan Penyuluhan disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam, Khoiruz Zaman, S.H.I., dengan mengangkat tema Tafsir Surah Ali ‘Imran ayat 110 tentang makna khairu ummah atau umat terbaik. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa predikat umat terbaik yang diberikan Allah SWT kepada umat Islam bukanlah sebuah gelar tanpa syarat, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui perilaku dan amal saleh.
Khoiruz Zaman menerangkan bahwa Surah Ali ‘Imran ayat 110 menjelaskan tiga karakter utama yang harus dimiliki umat Islam agar layak menyandang predikat khairu ummah, yaitu beriman kepada Allah SWT, mengajak kepada kebaikan (amar makruf), serta mencegah kemungkaran (nahi mungkar). Ketiga karakter tersebut harus berjalan seimbang dan tercermin dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan bermasyarakat.
“Predikat khairu ummah bukan hanya menjadi kebanggaan identitas sebagai umat Islam, tetapi harus dibuktikan melalui keimanan yang kokoh, kepedulian terhadap sesama, serta keberanian mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran dengan cara yang bijaksana. Inilah hakikat umat terbaik sebagaimana yang diajarkan Al-Qur’an,” jelas Khoiruz Zaman.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan amar makruf nahi mungkar harus dilakukan dengan penuh hikmah, kelembutan, kesabaran, dan didasari ilmu. Menurutnya, di tengah berbagai tantangan kehidupan modern, umat Islam dituntut menjadi teladan dalam akhlak, ibadah, kepedulian sosial, serta mampu memberikan solusi yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
“Dakwah tidak cukup hanya melalui lisan, tetapi juga melalui keteladanan. Ketika seorang muslim menunjukkan akhlak yang baik, jujur, amanah, peduli terhadap sesama, dan menjaga ibadahnya, maka itulah bentuk nyata dari amar makruf nahi mungkar yang akan lebih mudah diterima oleh masyarakat,” tambahnya.
Suasana penyuluhan berlangsung interaktif dan penuh keakraban. Para jamaah aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman mengenai penerapan nilai-nilai amar makruf nahi mungkar dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan sekitar. Diskusi yang hangat tersebut semakin memperkaya pemahaman peserta terhadap kandungan ayat yang dikaji.
Salah seorang jamaah, Ibu Kurniati, mengaku bersyukur dapat mengikuti kajian tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan mudah dipahami dan memberikan motivasi untuk lebih bersemangat dalam mengamalkan ajaran Islam.
“Alhamdulillah, materi hari ini sangat bermanfaat. Kami semakin memahami bahwa menjadi umat terbaik bukan hanya sebuah sebutan, tetapi harus diwujudkan melalui akhlak, ibadah, dan kepedulian kepada sesama. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan,” ungkap Kurniati.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Syaiful Akhyar dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Asar berjamaah. Seluruh jamaah memohon kepada Allah SWT agar diberikan keistiqamahan dalam menuntut ilmu, kekuatan untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an, serta kemampuan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, keluarga, dan masyarakat.
Melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan ini, PAI KUA Kecamatan Medan Denai kembali menegaskan komitmennya dalam membina masyarakat melalui penguatan pemahaman Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam. Diharapkan, semangat menuntut ilmu dan mengamalkan ajaran agama terus tumbuh sehingga lahir pribadi-pribadi yang beriman, berakhlak mulia, serta mampu mewujudkan predikat khairu ummah sebagaimana yang dikehendaki Allah SWT.

