PAI KUA Medan Petisah Berikan Bimbingan tentang Rukun Salat kepada Pertuni

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah, Heriansyah Harahap, M.HI., Komala Dewi, M.E., dan Nurlely, M.Sos., melaksanakan kegiatan bimbingan keagamaan kepada anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Memahami Rukun Salat sebagai Dasar Kesempurnaan Ibadah” dengan tujuan memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai tata cara dan ketentuan salat. Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam KUA Medan Petisah dalam menghadirkan layanan keagamaan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dalam bimbingan tersebut, para penyuluh menjelaskan pentingnya memahami dan melaksanakan rukun salat dengan benar sesuai tuntunan syariat Islam. Salat merupakan ibadah wajib yang menjadi salah satu fondasi utama kehidupan seorang Muslim sehingga pelaksanaannya perlu dilakukan dengan penuh pemahaman, ketertiban, dan kesadaran. Para peserta juga diajak untuk tidak hanya menghafal rukun-rukun salat, tetapi memahami makna dari setiap gerakan dan bacaan agar ibadah yang dilakukan semakin berkualitas.

Heriansyah Harahap, M.HI., menjelaskan bahwa rukun salat merupakan bagian pokok yang harus dilaksanakan dalam rangkaian ibadah salat. Menurutnya, pemahaman terhadap rukun salat sangat penting karena berkaitan langsung dengan keabsahan dan kesempurnaan pelaksanaan ibadah. “Memahami rukun salat bukan hanya untuk mengetahui urutannya, tetapi juga agar kita dapat melaksanakan ibadah dengan benar, tertib, dan penuh kesadaran. Kesempurnaan salat dimulai dari pemahaman yang baik terhadap setiap rukunnya,” ujarnya.

Sementara itu, Komala Dewi, M.E., menyampaikan bahwa salat hendaknya tidak hanya dipandang sebagai kewajiban yang harus ditunaikan, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pemahaman terhadap bacaan dan gerakan salat diharapkan dapat membantu umat menghadirkan kekhusyukan serta meningkatkan kesadaran dalam beribadah. “Ketika kita memahami setiap gerakan dan bacaan dalam salat, insyaallah akan tumbuh kekhusyukan dan kesadaran bahwa kita sedang berhadapan dengan Allah SWT. Karena itu, mari kita berusaha menjaga salat dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Nurlely, M.Sos., menambahkan bahwa pelaksanaan bimbingan keagamaan kepada anggota Pertuni merupakan bagian dari komitmen Penyuluh Agama Islam untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang ramah dan inklusif. Menurutnya, setiap masyarakat memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pembinaan dan pendampingan dalam meningkatkan pemahaman keagamaan. “Keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas ibadah. Justru semangat untuk memahami agama harus terus kita tumbuhkan bersama, sehingga setiap orang dapat menjalankan ibadah dengan baik sesuai kemampuan dan tuntunan agama,” ungkapnya.

Kegiatan bimbingan berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme dari para peserta. Mereka diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan mengenai rukun, bacaan, gerakan, serta berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan salat dalam kondisi tertentu. Para penyuluh juga mengajak peserta untuk senantiasa menjaga salat lima waktu dan menjadikannya sebagai sarana membangun kedisiplinan, ketenangan hati, serta akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, KUA Kecamatan Medan Petisah berharap pemahaman masyarakat mengenai pelaksanaan ibadah salat semakin meningkat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bimbingan kepada anggota Pertuni juga menjadi bentuk nyata kehadiran Penyuluh Agama Islam dalam memberikan pelayanan keagamaan yang inklusif, berkelanjutan, dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik terhadap rukun dan tata cara salat, para peserta diharapkan semakin mantap dalam menjalankan ibadah serta mampu menjadikan salat sebagai sumber ketenangan dan penguatan keimanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *