PAI KUA Medan Petisah Kolaborasi dengan Nakes dan Kepala Lingkungan Sukseskan Posyandu ILP Akasia

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Kecamatan Medan Petisah, Nurlely, M.Sos, berkolaborasi dengan tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Medan Helvetia dan Kepala Lingkungan IV Kelurahan Helvetia Timur dalam kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Akasia yang dilaksanakan di Jalan Pembangunan No. 42, Kelurahan Helvetia Timur, Senin, 3 Juni 2026

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan, pembinaan mental spiritual, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Nurlely, M.Sos menyampaikan penyuluhan keagamaan yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari amanah Allah SWT. Ia mengajak masyarakat untuk senantiasa menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kesehatan merupakan nikmat yang sangat berharga. Melalui kegiatan Posyandu ILP ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga penguatan nilai-nilai spiritual agar tercipta keluarga yang sehat lahir dan batin,” ujar Nurlely.

Kegiatan Posyandu ILP Akasia mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Selain pemeriksaan kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang anak, peserta juga memperoleh edukasi kesehatan dari tenaga kesehatan Puskesmas Medan Helvetia serta pembinaan keagamaan yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam.

Kepala Lingkungan IV Kelurahan Helvetia Timur turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia berharap kolaborasi antara unsur kesehatan, pemerintah lingkungan, dan Kementerian Agama dapat terus terjalin untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Medan Petisah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah melalui pendekatan keagamaan yang humanis dan kolaboratif, sehingga terwujud masyarakat yang sehat, harmonis, dan berakhlak mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *