Pengajian Rutin Majelis Taklim Al-Muhajirin Ajak Jamaah Muhasabah Diri dan Perbanyak Istighfar

Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Islam, Amri Sembiring, S.H.I, menghadiri sekaligus mengisi kegiatan pengajian rutin di Majelis Taklim Al-Muhajirin, Jalan Buluh Perindu, pada Sabtu (20/06/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menggapai Hidup yang Ruhama” sebagai ajakan untuk memperkuat keimanan, melembutkan hati, serta meningkatkan kesadaran spiritual di tengah kehidupan dunia yang semakin melalaikan.

Dalam penyampaiannya, Amri Sembiring mengingatkan jamaah agar senantiasa melakukan muhasabah diri dan tidak terlena dengan kehidupan dunia yang bersifat sementara. Ia menekankan pentingnya menghadirkan rasa takut kepada Allah SWT sebagai pengingat agar manusia tidak terjerumus dalam kelalaian dan kemaksiatan yang terus berulang.

Ia menyampaikan bahwa lunturnya kepekaan hati menjadi salah satu tanda seseorang mulai jauh dari peringatan Allah, sehingga diperlukan usaha untuk menghidupkan kembali kesadaran spiritual melalui dzikir, istighfar, dan majelis ilmu. Menurutnya, hati yang tidak lagi tersentuh nasihat agama perlu segera dibangkitkan kembali agar tidak semakin keras dan menjauh dari nilai-nilai ketakwaan.

“Sahabatku, kapankah terakhir kali air mata kita tumpah karena takut kepada Allah? Kita mengejar dunia seakan hidup selamanya, padahal maut mengintai setiap hembusan napas. Kita mengaku merindukan surga, namun hari-hari kita sering lalai dari ketaatan. Mari kita hadir di majelis ini dengan hati yang penuh penyesalan, sebelum Allah menutup usia kita dalam keadaan merugi,” ujar Amri Sembiring.

Kegiatan pengajian berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan diikuti antusias oleh jamaah Majelis Taklim Al-Muhajirin. Selain penyampaian tausiyah, acara juga menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat ikatan spiritual dan memperbaiki kualitas ibadah masing-masing peserta.

Melalui kegiatan ini, diharapkan jamaah semakin terdorong untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadikan majelis ilmu sebagai sarana pembinaan diri yang berkelanjutan dalam membentuk pribadi yang lebih taat, rendah hati, dan senantiasa mengingat Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *