Pengawas PAK Kemenag Medan Dorong Guru Kembangkan Media Pembelajaran Berbasis Vibe Coding melalui KKG

Medan (Humas) Pengawas Pendidikan Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Sumadi Ginting, S.Ag., terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) bagi guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) tingkat dasar. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (17/4/2026) di SD Swasta Cita Luhur yang beralamat di Jl. Ir. H. Juanda No. 14–16, Suka Damai, Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, mulai pukul 14.00 hingga 18.00 WIB. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para guru untuk mengembangkan kompetensi, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital berbasis Vibe Coding sebagai media pembelajaran interaktif.

Kegiatan KKG tersebut diikuti oleh 15 guru dari berbagai satuan pendidikan, baik sekolah negeri maupun swasta. Pertemuan berlangsung dalam suasana aktif dan kolaboratif di bawah pembinaan Pengawas PAK Kemenag Kota Medan, Sumadi Ginting, S.Ag., yang menekankan pentingnya inovasi dalam proses pembelajaran di era digital.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta terlebih dahulu membahas penyusunan soal ujian praktik yang terarah dan sistematis. Diskusi dipandu oleh Ketua KKG dengan menekankan pentingnya penyusunan kisi-kisi, indikator, serta pedoman penskoran agar penilaian menjadi lebih objektif dan terukur. Para guru juga saling berbagi pengalaman serta contoh soal praktik yang dapat langsung diterapkan di sekolah masing-masing.

Selanjutnya, peserta memperoleh penguatan terkait pemanfaatan teknologi melalui pendekatan Vibe Coding. Melalui metode ini, guru dapat menciptakan berbagai media pembelajaran seperti kuis interaktif, permainan edukatif, hingga presentasi menarik hanya dengan menggunakan ponsel. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membantu guru menyampaikan materi secara kreatif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik masa kini.

Pengawas PAK Kemenag Kota Medan, Sumadi Ginting, S.Ag., dalam arahannya menegaskan bahwa inovasi dalam pembelajaran merupakan sebuah keniscayaan. “Guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Melalui Vibe Coding, kita dapat menghadirkan pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi siswa,” ujarnya. Ia berharap kegiatan KKG ini dapat terus memotivasi para guru untuk mengembangkan diri dan menghadirkan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik yang lebih hidup serta dinantikan oleh peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *