Medan (Humas) — Pengawas Pendidikan Agama Katolik tingkat menengah Kementerian Agama Kota Medan, Dr. Dewi Sartika Simbolon, M.Pd., melaksanakan kunjungan kerja sekaligus supervisi terhadap guru Pendidikan Agama Katolik di SMA Negeri 1 Medan dan SMA Negeri 13 Medan, Kamis (27/08/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas kepengawasan dalam rangka memantau proses pembelajaran sekaligus memberikan penguatan kepada guru agar mampu melaksanakan pembelajaran secara profesional, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Supervisi dilaksanakan secara langsung dengan mengedepankan pendekatan pembinaan, dialog, serta evaluasi terhadap pelaksanaan tugas guru di satuan pendidikan.
Kegiatan supervisi diawali pada pagi hari di SMA Negeri 1 Medan yang beralamat di Jalan Teuku Cik Ditiro Nomor 1, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan. Dalam kunjungan tersebut, Dewi Sartika Simbolon melakukan supervisi terhadap guru Pendidikan Agama Katolik, Hotjon Situmorang, dengan melihat pelaksanaan tugas dan berbagai aspek yang berkaitan dengan proses pembelajaran Pendidikan Agama Katolik. Supervisi tersebut juga dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk berdiskusi mengenai tantangan pembelajaran serta langkah-langkah yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan agama bagi peserta didik.
Setelah menyelesaikan rangkaian supervisi di SMA Negeri 1 Medan, kegiatan dilanjutkan pada siang hari ke SMA Negeri 13 Medan yang beralamat di Jalan Brigjen Zein Hamid Km. 7, Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Di sekolah tersebut, Dewi melaksanakan supervisi terhadap guru Pendidikan Agama Katolik, Kristian Bambang Hutagaol, dengan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan tugas guru serta proses pembelajaran yang berlangsung. Kehadiran pengawas di sekolah diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari evaluasi, tetapi juga memberikan ruang bagi guru untuk mendapatkan masukan, arahan, dan penguatan dalam menjalankan tugas secara berkelanjutan.

Menurut Dewi Sartika Simbolon, supervisi merupakan bagian penting dalam memastikan proses pembelajaran Pendidikan Agama Katolik terus berkembang dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik di tengah perubahan dunia pendidikan. Karena itu, pengawasan tidak semata-mata diarahkan untuk melihat pemenuhan administrasi, tetapi juga mendorong guru untuk melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. “Supervisi ini merupakan bagian dari pembinaan dan penguatan bagi guru. Kami ingin memastikan guru Pendidikan Agama Katolik terus berkembang, baik dari sisi kompetensi maupun dalam mengembangkan pembelajaran yang efektif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik,” ujar Dewi.
Ia menambahkan bahwa guru memiliki peran strategis dalam menghadirkan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu membentuk karakter dan nilai-nilai kehidupan peserta didik. Menurutnya, pembelajaran agama perlu dikemas dengan pendekatan yang komunikatif dan dekat dengan realitas kehidupan siswa sehingga nilai-nilai yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Guru tidak hanya menyampaikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membantu peserta didik menghayati dan menerapkan nilai-nilai iman dalam kehidupan mereka. Karena itu, kreativitas, keteladanan, dan kemampuan guru dalam memahami karakter peserta didik menjadi hal yang sangat penting,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Dewi juga mendorong guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan memanfaatkan berbagai pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman. Pemanfaatan teknologi digital, pengembangan metode pembelajaran yang interaktif, serta kemampuan melakukan evaluasi terhadap proses belajar menjadi sejumlah aspek yang perlu terus diperkuat. Dengan demikian, pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di tingkat SMA diharapkan dapat berlangsung secara lebih menarik, bermakna, dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan akademik maupun karakter peserta didik.
Dewi berharap kegiatan supervisi yang dilakukan secara berkala dapat membangun komunikasi dan sinergi yang semakin baik antara pengawas, guru, dan pihak sekolah. Ia menilai kolaborasi tersebut penting agar berbagai persoalan yang muncul dalam proses pembelajaran dapat dibahas dan dicarikan solusi secara bersama-sama. “Kami berharap supervisi ini menjadi ruang untuk saling belajar dan memperkuat kerja sama. Dengan komunikasi yang baik antara pengawas, guru, dan sekolah, kita dapat bersama-sama meningkatkan mutu Pendidikan Agama Katolik sehingga pelayanan kepada peserta didik semakin optimal,” pungkasnya.
Melalui kunjungan dan supervisi di SMA Negeri 1 Medan dan SMA Negeri 13 Medan tersebut, Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat pelaksanaan kepengawasan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan agama di satuan pendidikan. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan profesionalisme guru, kualitas proses pembelajaran, serta penguatan pendidikan karakter peserta didik. Kepengawasan yang dilakukan secara pembinaan dan berkelanjutan menjadi salah satu langkah untuk memastikan Pendidikan Agama Katolik terus hadir secara relevan dan bermakna di lingkungan sekolah.

