Medan (Humas) Pengawas Pendidikan Agama Katolik Tingkat Sekolah Menengah Kementerian Agama Kota Medan , Dr. Dewi Sartika Simbolon, M.Pd., melaksanakan kegiatan monitoring perangkat pembelajaran di dua sekolah menengah kejuruan, yakni SMKN 8 Medan dan SMKN 10 Medan, pada Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di lingkungan sekolah.
Monitoring pertama dilaksanakan di SMKN 8 Medan dengan didampingi oleh guru Pendidikan Agama Katolik, Beny Manalu. Dalam kunjungan tersebut, Dewi Sartika Simbolon melakukan peninjauan terhadap kelengkapan perangkat pembelajaran yang digunakan guru sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Adapun perangkat pembelajaran yang menjadi perhatian meliputi modul ajar, program tahunan, program semester, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, serta instrumen penilaian peserta didik. Kelengkapan administrasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses pembelajaran berjalan secara terarah, sistematis, dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
Setelah menyelesaikan monitoring di SMKN 8 Medan, kegiatan dilanjutkan ke SMKN 10 Medan bersama guru Pendidikan Agama Katolik, Elys Sijabat. Pada kesempatan tersebut, Dewi kembali melakukan pemeriksaan dan memberikan perhatian terhadap penyusunan serta kelengkapan perangkat pembelajaran agar senantiasa disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
Dalam kegiatan monitoring ini, Dewi Sartika Simbolon juga memberikan arahan dan masukan konstruktif kepada para guru agar terus meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran. Menurutnya, perangkat pembelajaran bukan sekadar kelengkapan administrasi, melainkan pedoman penting bagi guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, terukur, dan bermakna bagi peserta didik.
Dewi Sartika Simbolon menyampaikan, “Melalui monitoring ini, kita berharap para guru semakin tertib dan konsisten dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran. Perencanaan yang baik akan menjadi dasar untuk menghadirkan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik yang berkualitas, bermakna, serta mampu membentuk karakter dan iman peserta didik.” Kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkuat profesionalisme guru serta meningkatkan mutu pelayanan pendidikan Agama Katolik di sekolah.

