Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Ajak Jamaah Jaga Ilmu, Hati, Jiwa, dan Doa

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan mengajak jamaah Majelis Taklim Nurul Yakin untuk memperkuat doa dan introspeksi diri dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan Komarul Anwar, SHI., dalam kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) di Majelis Taklim Nurul Yakin, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Senin (28/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi tentang doa memohon perlindungan kepada Allah Swt. dari empat hal yang dapat merugikan kehidupan manusia. Selain itu, jamaah diajak memahami bahwa ilmu, hati, jiwa, dan doa perlu senantiasa dijaga agar kehidupan tetap berada dalam kebaikan.

Komarul menjelaskan bahwa empat hal yang perlu dihindari tersebut meliputi ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah merasa puas, serta doa yang tidak dikabulkan. Menurutnya, keempat hal tersebut menjadi bahan renungan agar setiap orang senantiasa mengevaluasi diri dan memperbaiki kualitas kehidupan spiritualnya. “Kita perlu memohon kepada Allah agar dijauhkan dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah merasa puas, dan doa yang tidak dikabulkan,” jelas Komarul. Sementara itu, ia mengajak jamaah untuk tidak hanya menghafalkan doa, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya.

Lebih lanjut, Komarul menyampaikan bahwa ilmu seharusnya memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain serta mendorong seseorang semakin dekat kepada Allah Swt. Ilmu yang dimiliki hendaknya diwujudkan dalam amal dan perilaku yang baik sehingga memberikan kebermanfaatan dalam kehidupan. “Ilmu yang kita pelajari hendaknya menjadi ilmu yang bermanfaat, yang dapat diamalkan dan memberikan kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya. Senada dengan hal itu, ia mengingatkan jamaah agar terus menambah ilmu sekaligus menjaga agar ilmu tersebut tidak berhenti sebatas pengetahuan.

Selain ilmu yang bermanfaat, Komarul juga mengajak jamaah menjaga hati agar tetap khusyuk dalam beribadah dan tidak mudah dipengaruhi oleh berbagai hal yang dapat mengurangi kekhusyukan. Ia menilai hati yang tenang dan dekat dengan Allah menjadi salah satu bekal penting dalam menghadapi berbagai keadaan kehidupan. “Mari kita jaga hati agar tetap khusyuk dalam beribadah dan jangan sampai hati kita jauh dari mengingat Allah,” pesannya. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya mengendalikan keinginan agar jiwa tidak terjebak dalam ketidakpuasan terhadap apa yang telah dimiliki.

Komarul juga mengajak jamaah untuk memperbanyak doa dengan tetap disertai ikhtiar, kesabaran, dan keyakinan kepada ketentuan Allah Swt. Menurutnya, seorang muslim perlu terus berusaha memperbaiki diri sekaligus menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah dengan penuh keikhlasan. “Jangan pernah berhenti berdoa dan berusaha, karena kita tidak pernah tahu kapan dan bagaimana Allah memberikan jawaban terbaik atas doa kita,” katanya. Lebih lanjut, ia berharap materi yang disampaikan dapat menjadi pengingat bagi jamaah untuk senantiasa memperbaiki hubungan dengan Allah serta meningkatkan kualitas amal dalam kehidupan.

Kegiatan Bimluh di Majelis Taklim Nurul Yakin berlangsung dengan suasana kekeluargaan dan diikuti jamaah dengan baik. Materi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan introspeksi sekaligus mendorong jamaah untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan penyuluhan keagamaan menjadi salah satu ruang untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, jamaah diharapkan semakin mampu menjaga ilmu, hati, jiwa, dan doa agar senantiasa berada dalam kebaikan dan keberkahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *