Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Ajak Jamaah Teladani Akhlak Rasulullah

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Muhammad Fathul Husni, S.HI., memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada jamaah Majelis Taklim Ukhuwah Islamiyah di kawasan Riau-Bangka, Belawan II, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Hablumminallah dan Hablumminannas” dan diikuti jamaah dengan penuh antusias. Melalui kegiatan tersebut, jamaah diajak memahami pentingnya menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun hubungan yang baik dengan Allah SWT sekaligus menjaga hubungan harmonis dengan sesama manusia.

Dalam penyampaiannya, Muhammad Fathul Husni menjelaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan utama bagi umat Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Keteladanan tersebut tidak hanya terlihat dalam pelaksanaan ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga tercermin melalui sikap Rasulullah dalam memperlakukan keluarga, tetangga, dan masyarakat dengan penuh kasih sayang, kejujuran, kesabaran, serta kepedulian. Karena itu, kehidupan seorang muslim idealnya mampu mencerminkan keseimbangan antara hablumminallah, yakni hubungan dengan Allah SWT, dan hablumminannas, yaitu hubungan dengan sesama manusia.

Menurut Fathul Husni, kualitas hubungan dengan Allah SWT harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Ibadah yang dilakukan dengan baik diharapkan mampu membentuk pribadi yang semakin santun, jujur, amanah, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. “Akhlak Rasulullah SAW merupakan contoh terbaik yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan itu harus terlihat bukan hanya ketika kita beribadah kepada Allah, tetapi juga ketika kita berinteraksi, berbicara, dan memperlakukan orang lain,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan jamaah bahwa dakwah tidak hanya disampaikan melalui lisan, tetapi dapat diwujudkan melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap saling menghormati, membantu orang yang membutuhkan, menjaga lisan, menghindari perselisihan, serta mampu memaafkan merupakan bagian dari akhlak mulia yang perlu terus dibiasakan. Dengan menghadirkan akhlak tersebut dalam kehidupan bermasyarakat, nilai-nilai Islam diharapkan dapat dirasakan secara nyata dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Lebih lanjut, Fathul Husni mengajak jamaah untuk terus meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperbaiki hubungan sosial. Menurutnya, keduanya tidak dapat dipisahkan karena kesalehan seseorang seharusnya memberikan dampak positif terhadap kehidupan bersama. “Ketika hablumminallah terjaga dengan baik, maka seharusnya lahir pribadi yang memiliki kepedulian dan akhlak mulia dalam bermasyarakat. Seorang muslim tidak hanya dinilai dari ibadahnya, tetapi juga dari bagaimana ia menjaga perkataan, sikap, dan hubungan dengan orang lain,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong jamaah untuk memulai penerapan keteladanan Rasulullah SAW dari lingkungan terdekat, terutama keluarga. Menurutnya, keluarga merupakan tempat pertama dalam membentuk kebiasaan, karakter, dan akhlak seseorang sebelum nilai-nilai tersebut dibawa ke lingkungan masyarakat yang lebih luas. Jika keteladanan dibangun secara konsisten dalam keluarga, maka akan tumbuh masyarakat yang lebih santun, saling menghargai, dan memiliki kepedulian sosial.

Fathul Husni berharap keberadaan majelis taklim dapat terus menjadi ruang pembelajaran dan pembinaan keagamaan yang memberikan manfaat bagi jamaah. Selain meningkatkan pemahaman agama, majelis taklim juga memiliki peran dalam mempererat ukhuwah Islamiyah serta membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat. “Majelis taklim memiliki peran penting dalam membentuk karakter umat yang berakhlak mulia dan mampu menjadi teladan di lingkungannya. Karena itu, mari kita manfaatkan majelis taklim sebagai tempat untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan memperkuat persaudaraan,” ungkapnya.

Kegiatan penyuluhan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh keakraban. Jamaah mengikuti penyampaian materi dengan antusias serta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan penerapan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman jamaah sekaligus menjadikan kegiatan penyuluhan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan terus berupaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan perilaku umat. Keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi jamaah untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan membangun hubungan yang lebih baik dengan sesama. Dengan mengamalkan nilai-nilai hablumminallah dan hablumminannas secara seimbang, diharapkan terwujud masyarakat yang religius, harmonis, saling peduli, dan penuh keberkahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *