Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, H.M. Affan Sihite, SHI. menjadi penceramah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diselenggarakan Majelis Taklim Al Hijrah di Masjid Baitul Ghafur, Jalan Perjuangan, Kelurahan Sei Kera Hilir I, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri 10 majelis taklim se-Kelurahan Sei Kera Hilir I serta pengurus BKM dan jamaah Masjid Baitul Ghafur. Hadir pula Lurah Sei Kera Hilir I, Fauzi Nasution dalam rangka memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat. Momentum Maulid Nabi tersebut menjadi sarana untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Majelis Taklim Al Hijrah sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Ibunda Maryam, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para jamaah yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Semangat tersebut selaras dengan nama Majelis Taklim Al Hijrah yang mengandung makna perpindahan menuju keadaan yang lebih baik. “Dengan acara Maulid ini, mari kita berhijrah sesuai dengan nama Majelis Taklim Al Hijrah, yaitu berhijrah dari yang baik kepada yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Sei Kera Hilir I Fauzi Nasution turut menyampaikan komitmennya dalam mendukung kegiatan masyarakat di wilayah tersebut. Ia menyatakan kesiapan untuk melayani masyarakat sekaligus menampung aspirasi yang disampaikan demi kepentingan bersama. Kehadiran pemerintah kelurahan dalam kegiatan keagamaan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap partisipasi masyarakat dalam membangun kehidupan sosial dan keagamaan. Selain itu, sinergi antara masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah diharapkan dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Dalam tausiyahnya, H.M. Affan Sihite, SHI. mengajak jamaah untuk meneladani sifat Rasulullah SAW, salah satunya adalah kesabaran dalam menghadapi berbagai persoalan. Menurutnya, kesabaran Rasulullah SAW tercermin dari sikap beliau yang tidak mudah marah, tidak menyimpan dendam, dan tidak membalas keburukan dengan keburukan. “Sabar Rasulullah itu tidak marah, tidak dendam, dan tidak membalas, sehingga Rasulullah SAW dijadikan Allah SWT sebagai top model inspirasi dan teladan bagi umat Islam,” ujar Affan Sihite. Ia menekankan bahwa keteladanan tersebut penting untuk diterapkan dalam kehidupan agar umat Islam mampu menghadapi berbagai keadaan dengan sikap yang bijaksana.
Senada dengan hal itu, Affan Sihite menjelaskan bahwa kesabaran Rasulullah SAW memiliki kekuatan dalam mengubah perilaku seseorang. Sikap tersebut dapat dilihat melalui perjalanan hidup Rasulullah SAW yang senantiasa menghadapi berbagai tantangan dengan kesabaran dan keteguhan hati. Menurutnya, umat Islam perlu mempelajari sirah perjalanan Rasulullah SAW agar dapat mengambil pelajaran dan menerapkannya dalam kehidupan. “Kalau kita mengikuti sirah perjalanan hidup Baginda Rasulullah SAW, kita akan melihat bagaimana kesabaran beliau mampu menjadi jalan untuk mengubah perilaku seseorang,” ungkapnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan. Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh H.M. Affan Sihite, SHI. sebagai bagian dari rangkaian akhir kegiatan. Kehadiran 10 majelis taklim se-Kelurahan Sei Kera Hilir I turut memperkuat semangat kebersamaan dalam memperingati kelahiran Rasulullah SAW. Melalui momentum tersebut, jamaah diharapkan semakin mencintai Rasulullah SAW dan mampu menerapkan sifat sabar serta akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari.

