Medan (Humas) — Ikatan Penyuluh Agama Islam (IPARI) Sumatera Utara bersama Penyuluh Agama Islam Kota Medan mematangkan persiapan pelaksanaan Pengajian Akbar tingkat Kota Medan pada Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut direncanakan melibatkan jemaah Majelis Taklim (MT) dari 21 kecamatan se-Kota Medan yang tergabung dalam MT Raudhatul Jannah Kota Medan. Persiapan dilakukan melalui koordinasi antarpanitia untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah antarjemaah majelis taklim.
Sebagai bagian dari persiapan, panitia dari unsur Penyuluh Agama Islam menggelar rapat koordinasi pada Selasa (8/9/2026) yang membahas berbagai kebutuhan pelaksanaan kegiatan. Rapat tersebut dihadiri Ketua IPARI Sumatera Utara H. Marasakti Bangunan bersama jajaran panitia dari sejumlah kecamatan di Kota Medan. Pembahasan mencakup penguatan teknis, koordinasi antarwilayah, serta kesiapan panitia dalam mendukung pelaksanaan Pengajian Akbar. “Kami ingin memastikan seluruh persiapan dilakukan secara matang, sehingga kegiatan ini nantinya dapat berjalan tertib, khidmat, dan memberikan manfaat bagi seluruh jemaah yang hadir,” ujar Marasakti Bangunan.
Sementara itu, koordinasi antarpanitia juga diarahkan pada pemetaan mobilitas jemaah dari 21 kecamatan yang akan mengikuti kegiatan tersebut. Hal ini dilakukan untuk mendukung pengaturan jemaah agar pelaksanaan Pengajian Akbar dapat berlangsung secara efektif dan terkoordinasi. Senada dengan hal itu, Marasakti Bangunan menilai sinergi antarpanitia menjadi salah satu faktor penting dalam menyukseskan kegiatan berskala kota. “Keterlibatan penyuluh dari berbagai kecamatan menjadi kekuatan kita untuk membangun koordinasi yang baik dan memastikan setiap kebutuhan di lapangan dapat dipersiapkan bersama,” katanya.
Selain itu, Pengajian Akbar tersebut dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 dengan menghadirkan penceramah Kabir Hasbi Assidiqqi, S.Q. Kehadiran penceramah tersebut diharapkan dapat memberikan penguatan keagamaan sekaligus menambah semangat jemaah dalam mengikuti kegiatan. Marasakti Bangunan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah untuk memperoleh tausiyah, tetapi juga menjadi ruang mempererat hubungan antarpenyuluh dan majelis taklim. “Kita berharap Pengajian Akbar ini dapat menjadi santapan rohani sekaligus memperkuat silaturahmi antara penyuluh, penceramah, dan seluruh jemaah majelis taklim di Kota Medan,” ungkapnya.
Rangkaian persiapan tersebut melibatkan sejumlah Penyuluh Agama Islam dari berbagai kecamatan, di antaranya Hj. Nunung Ismayanti dari Medan Marelan, Dewi Anggraini dari Medan Amplas, Julianti dari Medan Timur, Surya Hafni dari Medan Tembung, dan Agus Melan dari Medan Selayang. Keterlibatan para penyuluh tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kerja sama dalam mempersiapkan kegiatan keagamaan yang melibatkan jemaah dalam jumlah besar. Sementara itu, koordinasi terus dilakukan untuk memantapkan alur kegiatan serta berbagai kebutuhan teknis di lapangan. Dengan persiapan yang terarah, seluruh unsur panitia diharapkan dapat menjalankan tugas sesuai dengan peran masing-masing.
Pengajian Akbar tingkat Kota Medan tersebut diharapkan menjadi momentum syiar Islam yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Kehadiran jemaah dari 21 kecamatan juga diharapkan dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membangun semangat kebersamaan antarmajelis taklim. Sinergi Penyuluh Agama Islam dari berbagai wilayah menjadi modal penting dalam menghadirkan kegiatan keagamaan yang tertib, khidmat, dan bermakna. Melalui kegiatan tersebut, semangat dakwah dan pembinaan keagamaan di Kota Medan diharapkan semakin berkembang.

