Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Dorong Jamaah Istiqamah Menuntut Ilmu Agama

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan terus mengintensifkan pembinaan keagamaan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh). Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran Islam sehingga mampu membentuk masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat.

Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Barat, Nita Lamongga di Majelis Taklim Al Khairiyah. Kamis (23/7/2026). Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, Nita mengajak jamaah untuk menjadikan majelis ilmu sebagai sarana memperkuat keimanan sekaligus memperdalam pemahaman agama sebagai bekal menjalani kehidupan.

Dalam pemaparannya, Nita Lamongga menjelaskan bahwa menuntut ilmu agama merupakan kewajiban bagi setiap muslim tanpa mengenal usia maupun status sosial. Menurutnya, ilmu agama menjadi cahaya yang membimbing seseorang dalam membedakan antara yang benar dan yang salah, serta menjadi landasan dalam menjalankan ibadah dan membangun akhlak yang baik.

Ia menuturkan bahwa majelis taklim memiliki peran strategis sebagai wadah pembelajaran yang tidak hanya menambah pengetahuan keislaman, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Karena itu, jamaah diharapkan dapat menjaga keistiqamahan dalam menghadiri majelis ilmu agar nilai-nilai Islam semakin tertanam dalam kehidupan sehari-hari.

“Menuntut ilmu agama adalah investasi terbaik bagi setiap muslim. Ilmu yang kita pelajari akan menjadi bekal dalam menjalani kehidupan di dunia sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat. Oleh karena itu, mari kita istiqamah menghadiri majelis taklim, terus belajar, dan mengamalkan ilmu yang telah kita peroleh agar senantiasa berada dalam petunjuk Allah SWT,” ujar Nita Lamongga.

Ia juga mengingatkan bahwa proses belajar tidak boleh berhenti meskipun seseorang telah memiliki pengetahuan agama. Menurutnya, semakin banyak ilmu yang dipelajari, semakin besar pula tanggung jawab untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat.

“Ilmu yang paling baik adalah ilmu yang diamalkan. Jangan sampai kita hanya menjadi pendengar yang baik, tetapi tidak mengubah perilaku menjadi lebih baik. Semoga setiap langkah kita menuju majelis ilmu dicatat sebagai amal ibadah dan menjadi jalan bagi Allah SWT untuk memberikan keberkahan dalam hidup kita,” tambahnya.

Suasana penyuluhan berlangsung khusyuk dan interaktif. Para jamaah mengikuti penyampaian materi dengan penuh perhatian serta aktif berdiskusi mengenai pentingnya menjaga semangat belajar agama di tengah berbagai tantangan kehidupan modern. Berbagai pertanyaan yang disampaikan jamaah menunjukkan tingginya antusiasme untuk terus memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam.

Di penghujung kegiatan, seluruh jamaah memanjatkan doa bersama agar Allah SWT memberikan keistiqamahan dalam menuntut ilmu, kemudahan dalam mengamalkan ajaran Islam, serta keberkahan bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Doa tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan.

Melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Kementerian Agama Kota Medan terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang berkualitas dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Diharapkan, semangat menuntut ilmu agama yang terus ditanamkan melalui berbagai majelis taklim mampu melahirkan pribadi-pribadi muslim yang berilmu, beriman, berakhlak mulia, serta mampu menjadi teladan dalam mewujudkan kehidupan yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *