Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan H. Tamrin Butar-Butar, S.Ag., S.Pd.I., melaksanakan Bimbingan Penyuluhan (Bimluh) di MT Al-Falah, Jalan Masjid, Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui Bimluh, majelis taklim didorong tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan agama, tetapi juga ruang bagi jamaah untuk terus bertumbuh dalam pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman. Kehadiran penyuluh di tengah jamaah sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat semangat belajar dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama.
Dalam bimbingannya, Tamrin mengajak jamaah memanfaatkan majelis taklim sebagai ruang untuk terus belajar, mengevaluasi diri, dan memperbaiki kehidupan. Menurutnya, ilmu agama akan semakin bermakna apabila mampu memberikan pengaruh terhadap sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. “Majelis taklim jangan hanya kita jadikan tempat untuk mendengar dan menambah ilmu, tetapi juga menjadi ruang bagi kita untuk bertumbuh dan memperbaiki diri,” ujarnya. Pertumbuhan tersebut dapat terlihat dari semakin baiknya pemahaman agama, ibadah, akhlak, serta hubungan dengan sesama.
Selain itu, Tamrin menekankan bahwa proses bertumbuh dalam kehidupan beragama membutuhkan kemauan untuk terus belajar dan mengamalkan ilmu. Setiap materi yang diperoleh dalam majelis taklim dapat menjadi bekal untuk menghadapi berbagai persoalan kehidupan dengan berlandaskan nilai-nilai agama. “Apa yang kita pelajari hendaknya tidak berhenti ketika kegiatan selesai, tetapi dibawa pulang dan diterapkan dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat,” katanya. Dengan demikian, majelis taklim dapat memberikan manfaat yang lebih luas melalui perubahan positif yang tumbuh dari diri setiap jamaah.
Sementara itu, keberadaan majelis taklim juga memiliki peran dalam membangun kebersamaan dan saling menguatkan antarjamaah. Interaksi yang terjalin dalam kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, memperluas wawasan, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Senada dengan hal itu, Tamrin mengajak jamaah agar menjadikan kebersamaan tersebut sebagai kekuatan untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. “Kita tidak bertumbuh sendirian, karena dalam majelis taklim kita bisa saling belajar, saling mengingatkan, dan saling menguatkan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
Pelaksanaan Bimluh berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dengan jamaah mengikuti kegiatan secara tertib dan antusias. Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan terus mendorong agar kegiatan keagamaan di tengah masyarakat dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kehidupan umat. Selain menyampaikan bimbingan, penyuluh juga membangun komunikasi dengan jamaah agar pembinaan yang diberikan dapat menjawab kebutuhan keagamaan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, majelis taklim diharapkan semakin berkembang sebagai ruang pembelajaran, pembinaan, dan penguatan kehidupan beragama.
Kegiatan Bimluh di MT Al-Falah menjadi salah satu bentuk kehadiran Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dalam mendampingi masyarakat melalui pembinaan keagamaan. Majelis taklim diharapkan terus menjadi ruang yang mendorong jamaah untuk bertumbuh dalam ilmu, ibadah, akhlak, dan kepedulian sosial. Semangat belajar dan mengamalkan nilai-nilai agama diharapkan dapat memberikan perubahan positif yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, majelis taklim dapat semakin berperan dalam membentuk masyarakat yang religius, berakhlak, dan saling menguatkan dalam kebaikan.

