Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Area, Ikhwan, S.H.I., melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Diniyah, Kecamatan Medan Helvetia, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan penguatan pemahaman keagamaan sekaligus mendorong jamaah untuk meningkatkan ketakwaan dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan penyuluhan diikuti oleh jamaah Majelis Taklim Diniyah yang didominasi kaum ibu. Dalam penyampaiannya, Ikhwan mengajak jamaah untuk tidak hanya memahami ajaran agama secara teori, tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman dalam membentuk perilaku dan akhlak yang baik, baik dalam kehidupan keluarga maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat.
Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, Ikhwan mengawali materi dengan pertanyaan sederhana yang langsung menarik perhatian jamaah, “Mau ibu-ibu masuk surga?” Pertanyaan tersebut kemudian menjadi pengantar untuk membahas kandungan Al-Qur’an Surah Ali ‘Imran ayat 133–134 tentang seruan untuk segera berlomba-lomba memperoleh ampunan Allah SWT dan meraih surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
Ikhwan menjelaskan bahwa ayat tersebut juga menggambarkan sejumlah karakter orang-orang yang bertakwa. Di antaranya adalah mereka yang gemar berinfak atau bersedekah dalam keadaan lapang maupun sempit, mampu menahan amarah, serta bersedia memaafkan kesalahan orang lain. Menurutnya, ketiga sikap tersebut merupakan bentuk nyata ketakwaan yang dapat dilatih melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Surga bukan hanya tentang harapan, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan diri dengan ketakwaan, berbagi kepada sesama, mampu menahan amarah, dan mau memaafkan. Semua itu perlu dibuktikan melalui amal dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ikhwan.
Ia menambahkan, pesan dalam QS. Ali ‘Imran ayat 133–134 sangat dekat dengan kehidupan jamaah, khususnya dalam membangun keharmonisan keluarga. Kebiasaan berbagi, mengendalikan emosi ketika menghadapi persoalan, dan memberi maaf menjadi sikap yang dapat membantu menciptakan hubungan yang lebih baik serta menghindarkan seseorang dari konflik yang berkepanjangan.
Menurut Ikhwan, majelis taklim memiliki peran penting sebagai wadah pembinaan keagamaan masyarakat. Karena itu, kegiatan penyuluhan diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat menjadi ruang bagi jamaah untuk terus belajar, berdiskusi, dan membiasakan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala KUA Kecamatan Medan Area menyambut baik pelaksanaan penyuluhan yang dilakukan oleh para Penyuluh Agama Islam di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut dinilai sejalan dengan tugas penyuluh dalam memberikan pembinaan, edukasi keagamaan, serta pendampingan kepada masyarakat melalui pendekatan yang komunikatif dan mudah diterapkan.

