Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal Ajak Jamaah Nurul Ihsan Mengamalkan Zikir yang Berat di Timbangan Akhirat

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., melaksanakan bimbingan dan penyuluhan agama di Majelis Taklim Nurul Ihsan yang dilaksanakan di Masjid Nurul ikhsan, beralamat di Jalan Klambir V Gang Mushola, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Majelis Taklim Nurul Ihsan Farida Hanum beserta para pengurus dan anggota yang secara istiqamah mengikuti pengajian mingguan. Pada kesempatan itu, Paidi mengangkat tema “Amalan Sederhana yang Berat Timbangannya di Akhirat.”

Dalam penyampaiannya, Paidi menjelaskan bahwa terdapat amalan-amalan yang sangat ringan dilakukan oleh setiap Muslim, namun memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT. Ia mengajak seluruh jamaah untuk tidak meremehkan amalan kecil karena bisa menjadi penyelamat di akhirat apabila dikerjakan dengan penuh keikhlasan dan istiqamah.
Amalan pertama yang disampaikan adalah memperbanyak zikir tasbih dengan membaca “Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil ‘Azim” yang berarti “Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya, Mahasuci Allah Yang Maha Agung.”

Menurutnya, zikir ini merupakan kalimat yang ringan di lisan, tetapi sangat dicintai Allah SWT dan berat timbangannya di hari kiamat.
“Jangan pernah meremehkan amalan yang tampak sederhana. Zikir tasbih, kalimat tauhid, dan akhlak yang mulia adalah amalan ringan dikerjakan, tetapi sangat berat timbangannya di akhirat jika dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah,” ujar Paidi

Selanjutnya, Paidi mengingatkan pentingnya memperbanyak membaca kalimat tauhid “Laa ilaaha illallah.” Ia menjelaskan bahwa kalimat tauhid merupakan sebaik-baik zikir dan memiliki keutamaan yang luar biasa. Bahkan, dalam beberapa hadis disebutkan bahwa kalimat tersebut mampu mengalahkan catatan dosa yang sangat banyak apabila diucapkan dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

Selain zikir, Paidi juga menekankan bahwa akhlak mulia merupakan amalan yang paling berat timbangannya di akhirat. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, “Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat selain akhlak yang baik.” Sebagai contoh penerapan akhlak dalam kehidupan rumah tangga, Paidi mengingatkan agar seorang istri senantiasa menjaga tutur kata yang lembut, menghormati suami, serta membangun keharmonisan keluarga dengan penuh kasih sayang.

Di akhir penyuluhan, Paidi mengajak seluruh jamaah Majelis Taklim Nurul Ihsan untuk terus memperbanyak zikir, menguatkan tauhid, dan memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap pengajian rutin ini menjadi sarana menambah ilmu, meningkatkan keimanan, serta mendorong lahirnya pribadi-pribadi Muslim yang senantiasa beramal saleh demi meraih kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat.

Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan di Majelis Taklim Nurul Ihsan, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal mengajak jamaah untuk membiasakan amalan-amalan sederhana yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT, yaitu memperbanyak zikir, mengokohkan tauhid, dan menjaga akhlak mulia. Dengan istiqamah mengamalkannya, diharapkan setiap Muslim memperoleh keberkahan hidup serta timbangan amal yang berat pada hari akhir.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *