Penyuluh Katolik KUA Medan Sunggal Ajak Legio Maria Menghayati Hukum dalam Terang Kasih dan Kemanusiaan

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, menyampaikan katekese bertema “Hukum dan Kemanusiaan” pada Jumat, 17 Juli 2026, pukul 18.00 WIB di Aula Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal yang beralamat di Jl. Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Kegiatan ini diikuti oleh anggota Legio Maria Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal sebagai bagian dari pembinaan iman dan pendalaman Kitab Suci.

Dalam kesempatan tersebut, materi disampaikan berdasarkan Injil Matius 12:1–8 yang mengisahkan Yesus membela para murid-Nya ketika mereka memetik bulir gandum pada hari Sabat. Melalui bacaan tersebut, peserta diajak memahami bahwa hukum Allah diberikan untuk membawa keselamatan dan kesejahteraan manusia, bukan menjadi beban yang mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

Roni Antonius Sitanggang menjelaskan bahwa Yesus mengajarkan agar setiap orang menghayati hukum dengan semangat kasih dan belas kasih. Ketaatan terhadap aturan tetap penting, namun pelaksanaannya harus selalu mempertimbangkan martabat manusia sebagai ciptaan Allah. Dengan demikian, hukum tidak boleh diterapkan secara kaku hingga mengesampingkan kebutuhan dan penderitaan sesama.

Selain itu, anggota Legio Maria diajak untuk meneladani Yesus dalam mengutamakan kasih, kepedulian, dan pelayanan kepada sesama. Sebagai pelayan Gereja dan pewarta Injil, anggota Legio Maria diharapkan mampu menjadi pribadi yang tidak hanya memahami ajaran Gereja, tetapi juga menghidupinya melalui tindakan nyata yang membawa damai, penghiburan, dan harapan bagi orang lain.

Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan anggota Legio Maria Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal semakin memahami hubungan antara hukum dan kemanusiaan dalam terang Injil. Dengan penghayatan iman yang semakin mendalam, mereka diharapkan mampu menjadi saksi kasih Kristus yang mengedepankan belas kasih, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat setiap manusia dalam kehidupan sehari-hari.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *