Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Dampingi Narapidana Rutan Polsek Sunggal

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Drs. H. Fuji MA, memberikan pendampingan keagamaan kepada para narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Polsek Sunggal yang beralamat di Jalan Letjen TB Simatupang Nomor 240 Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (18/8/2026). Kegiatan pembinaan tersebut mengangkat tema “Memberikan Harapan di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia” dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Dalam kesempatan tersebut, Fuji menyapa para warga binaan dengan penuh kepedulian serta mengajak mereka untuk senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kesehatan, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi setiap ujian kehidupan. Ia menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Semoga kita semua diberikan kemerdekaan untuk menjadi manusia terbaik, baik untuk diri sendiri, keluarga, istri, anak, orang tua, maupun masyarakat secara umum. Sebab apabila kita masih melakukan kerusakan, sesungguhnya diri kita masih dijajah oleh hawa nafsu, keserakahan, dan dendam yang dapat membawa kepada jalan kejahatan,” ujar Fuji.

Lebih lanjut, Fuji menjelaskan bahwa makna kemerdekaan sejati bukan hanya terbebas dari penjajahan secara fisik, tetapi juga mampu membebaskan diri dari sifat-sifat buruk yang menghalangi seseorang untuk berbuat kebaikan. Menurutnya, apabila seseorang mampu meninggalkan kebiasaan buruk dan memperbaiki akhlak, maka nilai-nilai kemerdekaan akan hadir dalam kehidupan sehari-hari.
“Manakala diri kita mampu keluar dari sifat jahat tersebut, maka nilai-nilai kemerdekaan dan nilai-nilai kebaikan akan bisa kita dapatkan serta kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari,” tambah Fuji.

Dalam kegiatan pendampingan tersebut, Fuji juga mengumandangkan sholawat serta membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan suara yang merdu dan menyentuh hati. Suasana haru terasa ketika beberapa narapidana tampak meneteskan air mata karena teringat akan dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan. Fuji kemudian memberikan penguatan agar mereka tidak larut dalam penyesalan, tetapi menjadikannya sebagai motivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Fuji mengajak para warga binaan untuk tetap istiqamah dalam mematuhi aturan hukum dan peraturan pemerintah serta mengamalkan ajaran yang terdapat dalam Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ia berharap pembinaan rohani ini dapat menjadi jalan bagi mereka untuk memperbaiki diri dan kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan positif.

Pendampingan keagamaan yang dilakukan Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal menjadi bentuk kepedulian dalam memberikan harapan dan penguatan spiritual kepada warga binaan. Momentum kemerdekaan RI ke-81 menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk meraih kemerdekaan sejati, yaitu terbebas dari belenggu hawa nafsu dan kesalahan masa lalu melalui taubat, kebaikan, serta komitmen menjalani kehidupan sesuai ajaran agama dan aturan negara.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *