Medan (Humas) – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, penyuluh agama KUA Kecamatan Medan Sunggal memberikan bimbingan kerohanian kepada pasien rehabilitasi NAPZA di Kiki Alam Jaya yang beralamat di Jalan Seroja Raya, Kelurahan Tanjung Selamat, Kota Medan, Senin (17/8/2026). Kegiatan ini menghadirkan penyuluh agama Islam Paidi, S.Ag dan Drs. H. Fuji, MA serta penyuluh agama Kristen Sindar Purba, S.Th., M.Pd dan Drammes Lumbantobing, S.Th., M.Pd.K. Kegiatan bimbingan dilakukan di dua ruangan berbeda sesuai dengan agama pasien.
Penyuluh agama Islam Paidi dan Fuji memberikan pembinaan rohani kepada pasien beragama Islam, sedangkan Sindar Purba dan Drammes Lumbantobing memberikan pendampingan kepada pasien beragama Kristen. Melalui kegiatan tersebut, para penyuluh mengajak pasien untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai motivasi untuk bangkit, memperbaiki diri, dan berjuang terbebas dari ketergantungan NAPZA.
Dalam penyampaiannya, Fuji mengajak para pasien untuk memaknai kemerdekaan sebagai perjuangan untuk membebaskan diri dari belenggu ketergantungan. “Di hari kemerdekaan ini kita harus memiliki semangat untuk merdeka, semangat untuk sembuh dari ketergantungan NAPZA. Orang yang masih bergantung kepada NAPZA berarti dirinya masih dijajah oleh perbuatan yang tidak baik,” ujar Fuji.
Sementara itu, Paidi menyampaikan bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya terbebas dari penjajahan bangsa lain, tetapi juga mampu mengendalikan diri dari hal-hal yang merusak kehidupan. “Makna kemerdekaan yang ada pada diri kita ialah kita harus bebas berekspresi dan melakukan perbuatan yang dapat menyelamatkan diri, sehingga kita dapat hidup bahagia di dunia dan akhirat. Jika saat ini masih memiliki ketergantungan, maka segera berusaha untuk sembuh agar makna kemerdekaan benar-benar kita rasakan,” ungkap Paidi.
Penyuluh agama Kristen Sindar Purba dan Drammes Lumbantobing juga memberikan penguatan rohani kepada pasien agar tetap memiliki harapan, keyakinan, serta semangat menjalani proses pemulihan. Mereka mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik melalui dukungan keluarga, lingkungan yang positif, serta kedekatan kepada Tuhan.
Kegiatan bimbingan kerohanian tersebut diakhiri dengan doa bersama untuk kesembuhan para pasien dari ketergantungan NAPZA, diberikan kekuatan dalam menjalani proses rehabilitasi, serta memohon kesabaran, keselamatan, dan ketabahan bagi keluarga maupun diri masing-masing. Melalui semangat kemerdekaan, penyuluh agama KUA Medan Sunggal berharap para pasien mampu menemukan kembali harapan dan menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan.(Paidi).

